
Pusat Teritorial Angkatan Laut (Pusteral) TNI AL bersama Pangkalan TNI AL (Lanal) Tegal menyelenggarakan pelatihan ketahanan pangan bagi masyarakat maritim di wilayah Pantai Kodok dan Pantai Komodo, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.
Pelatihan yang diadakan selama dua hari tersebut diikuti kelompok tani sebanyak 100 orang, warga pesisir yang memang sudah memiliki tambak sebagai lokasi budidaya. Pelatihan membekali peserta dengan teori dan praktek secara langsung.
Secara simbolis kegiatan pelatihan tersebut dibuka oleh Kepala Satuan Pembinaan Ketahanan Wilayah (Kasat Bintahwil), Pusat Teritorial Angkatan Laut (Pusteral) TNI AL dalam acara Penyelenggaraan Pelatihan Ketahanan Pangan Maritim di Wilayah Kerja Lanal Tegal Tahun 2026, yang mengangkat tema “Membangun Kemandirian Masyarakat Maritim Melalui Sektor Perikanan dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan RAK Juang Matra Laut”, di Aula Lanal Tegal, Kamis (25/6/2026)
Turut hadir Wali Kota Tegal, Dan Sat Radar, Forkopimda, Camat Tegal Timur, Lurah Panggung dan pejabat dari unsur serta instansi terkait.
Komandan Lanal Tegal Letkol Laut (P) Tato Taufiqurochman mengatakan, kegiatan pelatihan ketahanan pangan ini merupakan sinergi antara Pusteral TNI AL dengan Lanal Tegal.
Ketahanan pangan merupakan salah satu isu strategis yang menjadi pembahasan utama baik di tingkat nasional maupun daerah. Ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada ketersediaan pangan yang cukup tetapi juga ketersediaan pangan yang aman, bergizi, beragam dan terjangkau.
Ketahanan pangan juga berkaitan erat dengan kemampuan masyarakat untuk memproduksi, mengelola dan memanfaatkan sumber daya yang ada.
Dengan berbagai pola perebutan seperti perubahan iklim, ketersediaan lahan maka sangat diperlukan pelatihan untuk membentuk kemandirian masyarakat khususnya masyarakat maritim seperti nelayan, warga pesisir dan sejenisnya.
Melalui pelatihan budidaya udang vanamei di wilayah kerja Lanal Tegal ini akan memberikan informasi, ilmu pelatihan terkait budidaya, cara mengolah potensi dan sumber daya yang dimiliki, salah satunya udang vanamei.
Kegiatan pelatihan ini juga tidak hanya menjadi seremonial saja tetapi menjadi hal positif yang diwujudkan dengan tindakan nyata. Sehingga harapannya dapat melahirkan berbagai inovasi dan inisatif baru dalam sektor ketahanan pangan.
“Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja tetapi juga bersama-sama mendorong masyarakat mewujudkan ketahanan pangan secara mandiri,” ucapnya.
Kepala Satuan Pembinaan Ketahanan Wilayah (Kasat Bintahwil), Pusat Teritorial Angkatan Laut (Pusteral) TNI AL, Kolonel Laut (Pelaut) Robiyanto mengatakan, bahwa selain Lanal Tegal juga diadakan pelatihan di Lampung dengan pelatihan budidaya ikan bawal bintang.
Sebagaimana tujuan dari pelatihan yang diadakan adalah mewujudkan masyarakat maritim yang mandiri dalam mengolah, memproduksi dna memanfaatkan potensi yang, yakni udang vanamei.
“Tujuannya tak lain adalah meningkatnya atau bertambahnya ketrampilan dari masyarakat maritim dalam melaksanakan budidaya udang vanamei sehingga mereka juga mampu secara mandiri,” jelas Robiyanto.
Dipilih udang vanamei lantaran karena menjadi sumber daya unggulan maritim sekaligus mengacu pada kearifan lokal masyarakat maritim di wilayah Kota Tegal.
Pelatihan yang diberikan juga dibarengi dengan perubahan-perubahan perkembangan teknologi yang ada dan aturan-aturan terkait dengan tambak sehingga selain mencetak masyarakat terampil, juga masyarakat yang patuh aturan.
“Jangan sampai masyarakat sudah terampil membudidaya, namun karena tidak sesuai aturan dan seharusnya bisa panen justru malah di stop sementara lantaran permasalah perizinan tambak dan sejenisnya,” kata Robiyanto.
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan bangsa. Dalam situasi global yang penuh tantangan, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok, hingga dinamika ekonomi, kemampuan suatu daerah untuk menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan pangan menjadi sangat penting.
Sebagai kota di pantai utara pulau jawa yang memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar, Kota Tegal memiliki peluang untuk terus mengembangkan sektor maritim sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah. Potensi tersebut harus didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan berinovasi dalam mengelola sumber daya yang tersedia secara optimal dan berkelanjutan.
Dedy Yon berharap para peserta dapat memperoleh wawasan baru, meningkatkan kapasitas, serta mampu mengimplementasikan berbagai ilmu dan keterampilan yang diberikan selama pelatihan. Tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk mendorong kemajuan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Pembukaan acara tersebut ditandai dengan pengalungan tanda peserta dan pemberian bantuan benih udang vanamei.
Radio Sebayu