
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 dan Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di seluruh wilayah Kodam IV/Diponegoro resmi berakhir. Upacara penutupan yang dilaksanakan di Lapangan Kampus 2 PKTJ Tegal pada Rabu, (11/03/2026), menandai tuntasnya serangkaian program pembangunan yang telah berjalan selama satu bulan penuh sejak Februari lalu. Di wilayah Kota Tegal, pelaksanaan TMMD Sengkuyung dipusatkan di Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana, sebagai upaya nyata TNI dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di tingkat desa.
Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M. , sementara itu bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kasdim 0712/Tegal Mayor CPM Abdul Khamim yang membacakan amanat tertulis Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Achiruddin, S.E., M.Han. Dalam amanat tersebut ditekankan bahwa program tahun ini mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa”, Tema ini mengandung makna mendalam mengenai pentingnya desa sebagai fondasi pembangunan nasional.
”Membangun dari desa merupakan strategi pemerintah guna mewujudkan pemerataan ekonomi sekaligus peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia secara menyeluruh, desa diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing di masa mendatang.” Ujar Pangdam dalam amanatnya.
Program TMMD merupakan bentuk kerjasama terpadu dan berkelanjutan antara TNI, kementerian, lembaga pemerintah non-kementerian, serta pemerintah daerah dan Polri. Kolaborasi ini bertujuan untuk memadukan program masing-masing instansi guna mempercepat pembangunan, terutama di daerah yang dikategorikan tertinggal, miskin, terisolasi, perbatasan, hingga daerah kumuh perkotaan dan wilayah terdampak bencana alam. Pangdam juga menyampaikan penghargaan yang tulus kepada jajaran Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta seluruh lapisan masyarakat yang telah bergotong-royong menyelesaikan sasaran fisik maupun non-fisik.
Berdasarkan laporan pelaksanaan dari Kodim 0712/Tegal, sasaran pokok di Kelurahan Krandon difokuskan pada perbaikan drainase dan akses jalan sebagai respons atas belum adanya saluran air permanen di wilayah tersebut serta terbatasnya swadaya masyarakat. Pembangunan fisik yang berhasil diselesaikan meliputi pemasangan saluran U-Ditch dan Cover sepanjang 104,40 meter dengan dimensi lebar 0,60 meter dan tinggi 1,2 meter, serta pemasangan Paving Block K 225 seluas 114,41 meter persegi. Selain pembangunan fisik, program ini juga menyasar aspek pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai penyuluhan, mulai dari materi wawasan kebangsaan, kesadaran bela negara, sosialisasi bahaya narkoba, hingga edukasi mengenai kesehatan, Keluarga Berencana (KB), pencegahan stunting, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Keberhasilan program TMMD Sengkuyung di Kota Tegal ini didukung oleh sinergi anggaran sebesar Rp288.760.200,- yang merupakan gabungan dari APBD Provinsi Jawa Tengah senilai Rp231.000.000,- dan APBD Kota Tegal sebesar Rp57.760.189,-. Menutup amanatnya, Pangdam menyampaikan harapan agar seluruh hasil pembangunan yang telah dicapai dapat memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar.
“Saya menitipkan pesan agar apa yang telah kita bangun bersama ini dapat dipelihara dan dirawat sehingga memiliki masa pakai yang panjang.” Pesan Pangdam melalui Inspektur Upacara.
Sebagai simbol berakhirnya kegiatan, acara penutupan TMMD diakhiri dengan pemukulan kentongan oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon, sebagai simbol kebersamaan dan semangat gotong royong yang kuat antara TNI dan masyarakat.
Radio Sebayu