
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kota Tegal mengadakan Sosialisasi Penyusunan Data dan Informasi Perpustakaan (IPLM dan TKM) Nasional Tahun 2026, Rabu sampai Jumat (11-13 Februari 2026) di Pendopo Ki Gede Sebayu.
Acara tersebut diikuti pengelola perpustakaan Kelurahan, perpustakaan sekolah dan pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) se-Kota Tegal.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Bunda Literasi Kota Tegal, Gadis Sephi Febriana Dedy Yon.
Dalam sambutan pembukaannya, Bunda Literasi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini sebagai langkah strategis dalam penguatan data dan informasi perpustakaan, khususnya dalam mendukung kebijakan literasi di Kota Tegal.
Ia menekankan pentingnya peran data yang akurat dan terukur sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan literasi daerah.
Lebih Lanjut, Bunda Literasi Kota Tegal menyoroti tantangan literasi di era digitalisasi. Menurutnya, meskipun dunia digital memberikan akses informasi yang sangat luas, minat baca masyarakat cenderung mengalami penurunan.
“Smartphone memang memberikan informasi, tetapi buku memberikan kedalaman dalam berimajinasi. Imajinasi yang tumbuh dari membaca buku tidak terbatas,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia mengajak para pustakawan untuk lebih menggiatkan gerakan membaca agar aktivitas membaca buku dapat menjadi gaya hidup, bukan sekadar kewajiban.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Arpusda Kota Tegal, Asihwigati Budiwahjuni, SE., M.Si mengatakan, bahwa penyusunan data IPLM dan TKM merupakan instrumen penting dalam mengukur kinerja dan dampak layanan perpustakaan.
Ia berharap melalui kegiatan ini, para pengelola perpustakaan memiliki pemahaman yang sama terkait indikator, metode pengumpulan data, serta pemanfaatannya dalam peningkatan kualitas layanan perpustakaan di Kota Tegal.
Salah satu pemateri Otih Munhareti, SH, selaku Pustakawan Ahli Muda Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Tegal memaparkan materi terkait Tingkat Kegemaran Membaca (TKM).
Dalam paparannya, disampaikan bahwa tingkat kegemaran membaca Indonesia berada pada peringkat 31 dari 102 negara berdasarkan survei tahun 2024. Rata-rata masyarakat Indonesia membaca sekitar 5,91 hingga 6,83 buku per tahun dengan durasi membaca mencapai 129 jam per tahun.
Selain itu, tren digital tahun 2026 berdasarkan survei Jakpat menunjukkan bahwa 26 persen Generasi Z lebih berminat membaca konten digital dibandingkan generasi Milenial sebesar 20 persen dan Generasi X sebesar 18 persen. Ia juga mengulas berbagai faktor penyebab menurunnya minat baca di kalangan Generasi Z.
“IPLM dan TKM menjadi hal yang penting untuk melihat seberapa besar tingkat pembaca di perpustakaan dan seberapa maju perpustakaan di sekolah, Kelurahan maupun di TBM. Komponen tersebut juga menjadi komponen untuk perpustakaan meraih akreditasi,” ucap Otih.
Selanjutnya, pemaparan materi disampaikan oleh Arief Pitono, S.IP., Pustakawan Ahli Muda Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Tegal, yang menjelaskan mengenai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) serta berbagai indikator yang mendukung penilaian IPLM, mulai dari akses layanan perpustakaan, koleksi, kegiatan literasi, hingga peran serta masyarakat.
Kegiatan sosialisasi yang diikuti sebanyak 225 peserta dan terbagi menjadi 3 hari ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi dan sinergi antar pengelola perpustakaan di Kota Tegal semakin kuat dalam mendukung peningkatan budaya literasi masyarakat.
Radio Sebayu