Radio Sebayu

Tingkatkan Literasi Digital, Warga Kota Tegal Diajak Menjadi Amazing Smart People

Guna meningkatkan SDM Kota Tegal di era digital, Diskominfo Kota Tegal menggelar Seminar Literasi Digital yang berlokasi di Diamond Meeting Room Lantai 1 Hotel Khas Tegal , jalan Gajah Mada No.5, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timu, Kota Tegal. Giat berlangsung selama dua hari, 9-10 Februari 2026.

Setelah resmi membuka acara seminar tersebut, Kepala Diskominfo Kota Tegal, Dorres Indrian Nugroho dalam materi paparannya menyampaikan bahwa indeks masyarakat digital kota Tegal sebesar 51.00 berada di atas indeks Nasional yang sebesar 44.53. Karenanya, masyarakat kota Tegal sudah saatnya untuk semakin meningkatkan literasi digitalnya, yaitu kemampuan untuk menggunakan teknologi digital secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab. Terlebih di era AI (Artificial Intelegence) atau era kecerdasan buatan.

Pada kesempatan itu, Dorres mengedukasi peserta seminar tentang 4 tugas pokok Diskominfo Kota Tegal, yaitu E-Government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Informasi Publik, Persandian, dan Statistik.

Kota Tegal memiliki fasilitas 111 titik Wi-Fi Publik , akses internet gratis di seluruh Kantor Pemerintahan dan Ruang Publik, yaitu di taman-taman kota, untuk menunjang terwujudnya Transformasi Digital, serta digitalisasi pelayanan di Kota Tegal. Jumlah tersebut akan terus diupayakan ditambah sehingga cakupan internet gratis semakin luas dan masyarakat dapat terlayani Wi-Fi Publik gratis.

“Di Dukcapil atau di Puskesmas misalnya, hampir semua layanan publik sudah menggunakan digital. Untuk Informasi publik, sudah ada PPID,Radio Sebayu FM, Lapor Pengaduan, serta Tanda Tangan Elektronik,” tutur Dorres.

Dorres juga menambahkan, Diskominfo Kota Tegal aktif melakukan patroli operasi siber dan klarifikasi berita bohong (hoax), memastikan informasi yang nanti dibagikan valid dan bermanfaat.

Tengku Rayhan dari Komisi I DPRD Kota Tegal, selaku narasumber mengajak peserta untuk tidak sekedar menjadi penonton konten media sosial, namun menjadi “pemain” di dunia digital, seperti menjadi Konten Kreator atau penjual di toko online. Serta memahami literasi digital, memahami informasi secara kritis, menggunakan teknologi secara bijak dan aman, serta bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Literasi Digital sangat penting karena kita sudah di era digital, dimana Handphone atau smartphone sudah menjadi kebutuhan, banyak aspek yang sudah didigitalisasi, mulai dari pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga system komunikasi sosial kita, yang harus diimbangi dengan pemahaman literasi digital,” tutur Rayhan.

Sementara, Dosen UPS Tegal, Muhammad Fajar Nurwildani selaku narasumber ketiga Seminar Literasi Digital Diskominfo Kota Tegal, dalam paparannya menyampaikan tentang pendalaman literasi digital bagi peserta, bagaimana menjadi masyarakat cerdas dalam menyikapi Kecepatan Akses Informasi, Keterlibatan Sosial, Pengembangan Skil atau keterampilan teknologi seperti pemrograman dan analisis data, serta Inovasi dan Kreatifitas.

“Yang perlu diperhatikan, tantangan pemahaman dangkal dengan banjirnya informasi,kemudian kemudahan akses, keamanan dan privasi, penyalahgunaan teknologi misalnya judi online,” papar Fajar.

Seminar Literasi Digital diharapkan menjadi salah satu bagian dalam langkah-langkah Kota Tegal untuk bertransformasi digital menjadi Amazing Smart City yang benar-benar humanis.

Scroll to Top