
Memeriahkan hari ulang tahunnya yangi ke 98, RSUD Kardinah Kota Tegal mengadakan Lomba Membaca Kolom Tegalan di Ruang Pertemuan Wismo Pranowo RSUD Kardinah, Sabtu (25/10/2025).
Puluhan peserta dari berbagai usia, baik kawula muda, dewasa hingga orang tua turut serta membaca kolom Tegalan tentang sosok RA Kardinah karya Budayawan Tegal, Yono Daryono.
Sebelum dilaksanakannya lomba tersebut, jajaran pejabat struktural RSUD Kardinah, mulai dari Plt Direktur, Wakil Direktur, hingga pejabat lainnya satu persatu membacakan bait demi bait kolom Tegalan tersebut.
Termasuk mantan Direktur RSUD Kardinah dr Abdal Hakim Tohari dan dr Agus Dwi Sulistyantono juga turut membacakan puisi Tegalan.
Plt Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal dr Lenny Harlina Herdha Santi, M.M mengatakan, selain untuk memeriahkan HUT ke 98 RSUD Kardinah Kota Tegal yang jatuh pada 2 November 2025 nanti,, lomba membaca kolom Tegalan juga untuk melestarikan bahasa Tegalan, dan mengenalkan serta membudayakan bahasa Tegalan khususnya bagi generasi muda.
“Ini bentuk nguri-nguri Budaya, agar bahasa Tegalan tidak tergerus zaman di tengah-tengah maraknya perkembangan teknologi yang semakin mempengaruhi generasi muda saat ini,” ucapnya.
Selain lomba maca kolom Tegalan, rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke 98 RSUD Kardinah juga diadakan donor darah, lomba tilawah Qur’an, senam bersama di Yogya Mall yang akan mengundang sanggar senam se-Jawa Tengah, apel bersama dan fun bike.
Ditambahkan Wakil Direktur Bagian Umum dan Keuangan RSUD Kardinah Kota Tegal Nur Hanifah, lomba membaca kolom Tegalan juga untuk menepis anggapan bahasa Tegalan merupakan bahasa kasar. Padahal bahasa Tegal adalah bahasa yang unik.
Sementara untuk peserta, dijelaskan Nur Hanifaf merupakan warga dari semua kalangan usia, mulai dari remaja, dewasa hingga orang tua. Bahkan pada seniman-seniman maupun penggiat seni di wilayah Tegal dan sekitarnya, karena pendaftaran lomba ini tidak dipungut biaya alias gratis. Ada sebanyak 75 peserta yang satu persatu akan tampil dengan durasi maksimal 5 menit.
“Karena kami juga telah mempublikasikan pendaftaran lomba tersebut di berbagai media, jadi peserta memang sangat banyak dan mereka sangat antusias,” kata Nunung panggilan akrab Nur Hanifah.
Ada tiga juri penilai yang dihadirkan pada lomba tersebut, yakni para punggawa bahasa Tegalan diantaranya Yono Daryono, Atmo Tan Sidik dan Dr Maufur. Bagi peserta yang berhasil meraih juara, akan mendapatkan hadiah uang pembinaan.
Radio Sebayu