
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) tahun 2026, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, Univeristas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes bersama Pemerintah Kota Tegal menyelenggarakan kegiatan penjernihan air sungai menggunakan eco enzim di aliran sungai depan kampus PKTJ Tegal, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan kolaborasi tersebut sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Acara tersebut dihadiri Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M, Staf Ahli Rektor UMUS Brebes Prof Dr Drs Pranoto MSSc, C.EIA, C.WS, C.APC, C.EA dan Direktur PKTJ Tegal Bambang Istiyanto, SSi.T.,MT.
Bambang Istiyanto, SSi.T.,MT mengatakan, Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) tahun 2026, menjadi momentum krusial untuk merefleksikan kembali sejauh mana kontribusi dan kepedulian terhadap kelestarian bumi.
Tahun ini, PKTJ Tegal berkolaborasi dengan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes mengusung tema yang sangat mendalam dan penuh tanggung jawab,“Bersama Menjaga Sungai, Bersama Menciptakan Lingkungan Yang Bersih dan Berkelanjutan”.
Sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Badan Pengembangan SDM
Perhubungan, Kementerian Perhubungan, PKTJ tidak hanya fokus pada pencetakan generasi unggul di bidang keselamatan transportasi jalan, melainkan juga berkomitmen penuh membentuk insan yang responsif dan adaptif terhadap isu-isu lingkungan.
Menurutnya, transportasi dan lingkungan adalah dua elemen yang saling berkelindan erat dalam pembangunan berkelanjutan (sustainable development).
“Aksi nyata yang kita lakukan hari ini, yaitu kegiatan penjernihan selokan dengan menggunakan eco
enzim. Seperti kita tahu bahwa selokan dan saluran air adalah urat nadi sanitasi lingkungan. Ketika selokan tercemar atau tersumbat, dampaknya akan
langsung dirasakan oleh masyarakat, mulai dari bau tidak sedap, sarang penyakit, hingga potensi banjir yang
mengancam keselamatan,” katanya.
Rektor UMUS Brebes Dr Roby Setiadi, SKom., MM menuturkan, bahwa UMUS Brebes juga terus berkomitmen mendukung program-program keberlanjutan lingkungan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat sekaligus bentuk kepedulian nyata terhadap ekosistem lingkungan,” tuturnya.
Pihaknya berharap kolaborasi PKTJ, UMUS dan Pemerintah Kota Tegal terus berlanjut dalam berbagai program strategisnya.
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, ini merupakan kegiatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Tegal dengan PKTJ dan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), dalam rangka membersihkan sungai dengan cairan eco enzim.
Yakni sungai yang berada di jalan Abdul Syukur tepat di depan PKTJ, menjadi percontohan disiram eco enzim untuk menjernihkan air sungai dan menghilangkan bau tak sedap di sungai, tanpa merusak ekosistem atau biota air.
Disampaikan Dedy Yon, Eco enzim dibuat dengan memanfaatkan sampah organik, seperti kulit buah-buahan yang dicampur dengan cairan gula merah dan difermentasi selama beberapa bulan baru cairan hasil fermentasi tersebut bisa digunakan.
Dengan eco enzim dinilai lebih aman, karena dibuat dengan bahan alami, sehingga ikan-ikan di sungai juga tetap terjaga.
Harapannya, percontohan ini juga bisa diikuti masyarakat lain ataupun merambah ke sungai-sungai lain. Upaya penjernihan sungai bersinergi dengan gropyokan sampah di masyarakat yang memanfaatkan sampah organik untuk dibuat kompos ataupun eco enzim.
Sehingga manakala masyarakat atau rumah tangga sudah mampu membuat eco enzim maka bisa menggunakan cairan tersebut membersihkan sungai ataupun selokan-selokan yang ada di sekitar rumah.
Hal lain adalah terkait dengan penghijauan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH), Dedy Yon meminta agar masyarakat, perkantoran, perusahaan, kampus, sekolah melakukan penghijauan di lingkungannya masing-masing. Sehingga dengan semakin banyaknya RTH serta kawasan hijau akan berdampak positif bagi lingkungan karena menghasilkan oksigen lebih banyak pula.
Wali Kota Tegal Dedy Yon juga meminta setiap perusahaan yang dibangun memiliki RTH dengan persentase 60:40. Yakni 60% untuk bangunan perusahaan atau pabrik dan 40% digunakan untuk RTH.
“Saya ingin memastikan 40% disetiap perusahaan atau pabrik sudah ditanami pepohonan. Jadi saya minta sesegera mungkin ditanami, karena jangka panjang pepohonan tersebut menjadi sumber oksigen,” ucapnya.
Ketika sudah ditanami, maka jangka panjang akan membuat wilayah Kota Tegal nampak hijau saat terpantau satelit.
Penjernihan air sungai ditandai dengan penyiraman cairan eco enzim bersama-sama oleh Wali Kota Tegal, Direktur PKTJ Tegal, Rektor UMUS Brebes, Staf Ahli Rektor UMUS Brebes, Plt Kepala DLH Kota Tegal dan tamu undangan lainnya.
Radio Sebayu