Radio Sebayu

Perkuat Ekosistem Rantai Nilai Halal, BI Tegal Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi JULEHA

Kantor Perwakilan Bank lndonesia (KPW BI) Tegal berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Brebes, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan DPD JULEHA se-eks Karesidenan Pekalongan menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Juru Sembelih Halal (JULEHA) dengan tema “Upaya Penguatan Ekosistem Rantai Nilai Halal (Halal Value Chain) dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah”.

Pelatihan dan sertifikasi kompetensi BNSP JULEHA dilaksanakan pada 18-20 Mei 2026, dan diikuti sebanyak 40 peserta perwakilan dari masing-masing Kabupaten/ Kota di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan.

Kepala Perwakilan BI Tegal Bimala mengatakan, pada tahun ini, Kantor Perwakilan Bank lndonesia Tegal menegaskan kembali peran strategisnya turut aktif mencetak sumber daya manusia yang kompeten di industri halal. Pelatihan dan sertifikasi kompetensi BNSP yang diadakan bertujuan meningkatkan profesionalisme agar sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasıonal Indonesıa (SKKNI). Sebab, dengan sertifikasi kompetensi dari BNSP, JULEHA akan memiliki keahlian yang diakui secara resmi dan profesional.

“Ini merupakan wujud tanggung jawab kita terhadap kehalalan produk pangan yang dikonsumsi masyarakat, serta sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan perundangan. Kabupaten Brebes menjadi tempat pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi kompetensi BNSP JULEHA dengan pertimbangan telah menjadi salah satu pelopor di Jawa Tengah/ lndonesia dalam memperkuat ekosistem pangan halal, melalui inovasi SADESA JULEHA (Satu Desa Satu Juru Sembelih Halal), serta memiliki kerjasama yang baik dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk mencetak JULEHA yang profesional dan diakui secara nasional (BNSP),” kata Bimala.

Melalui inovasi SADESA JULEHA, Pemerintah Kabupaten Brebes memiliki komitmen memastikan setiap desa/kelurahan memiliki setidaknya satu JULEHA bersertifikat kompetensi BNSP untuk menjamin kehalalan daging yang dikonsumsi.

“Profesi Juru Sembelih Halal (JULEHA) bukan sekadar pekerjaan teknis biasa, melainkan garda terdepan dalam ekosistem halal nasional,” kata Bimala.

Penyembelihan adalah titik krusial dalam rantaı produksı halal, karena kesalahan kecıl dapat menyebabkan produk menjadi tidak halal. Oleh karena itu, profesi juru sembelih menuntut kompetensı tinggi. Tidak hanya pemahaman syariat tetapi juga teknis pemotongan yang hıgıenıs dan kesejahteraan hewan (anımal welfare).

Bimala menuturkan, ke depan DPD JULEHA di wilayah eks Karesidenan Pekalongan memiliki peran strategis sebagai learning center atau pusat pembelajaran dan edukasi dalam ekosistem industri halal, khususnya pada sektor hulu. JULEHA berperan penting dalam penpuatan kapasitas SDM di sektor hulu halal dan memperkuat ekosistem halal di daerah maupun nasional.

Sebagai tenapa ahli yanp kompeten, JULEHA tidak hanya bertugas menyembelih, tetapi jupa mentransfer ilmu pengetahuan terkait teknik penyembelihan yang sesuai syariat dan standar higienis. Harapannya, pelatihan dan sertifikasi kompetensi BNSP JULEHA ini merupakan awal dan dapat menjadi momentum kebangkitan ekosistem halal di wilayah eks Karesidenan Pekalongan, serta menjadi pusat peradaban yanp inklusif, profesional, dan berdaya guna.

Melalui sinergi yang kuat, diharapkan dapat mencetak JULEHA yanp kompeten dan tersertifikasi, meningkatnya kualitas dan integritas standar kehalalan, serta semakin kuatnya kepercayaan halal dan daya saing produk halal, serta upaya memperkuat ekosistem rantai nilai halal (Halal Value Chain) di daerah sebagai bagian dalam mendoronp pertumbuhan ekonomi yanp inklusif dan berkelanjutan.

Scroll to Top