
Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., secara resmi mengajak seluruh elemen masyarakat di Kota Tegal untuk menyukseskan Gerakan Cinta Zakat yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tegal. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Adipura Kompleks Balai Kota Tegal, pada Kamis, (12/03/2026), bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
Dalam kesempatan tersebut Wali Kota menekankan bahwa zakat merupakan rukun Islam yang memiliki dimensi ibadah sekaligus dimensi sosial yang sangat kuat karena mengandung nilai kepedulian, solidaritas, dan semangat berbagi kepada sesama.
“Gerakan Cinta Zakat menjadi sebuah langkah penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah, khususnya pada bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” ujar Dedy Yon Supriyono dalam sambutannya.
Beliau menambahkan bahwa menunaikan zakat bukan hanya sekadar membersihkan harta, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam membantu menguatkan kehidupan saudara-saudara yang membutuhkan. Tak lupa dirinya turut menghimbau agar masyarakat menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi seperti BAZNAS agar pengelolaannya lebih terarah, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Tegal, H. Harun Abdi Manaf, SH. MH., menyampaikan bahwa Gerakan Cinta Zakat tahun ini mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia”. Beliau memaparkan bahwa BAZNAS telah mendistribusikan bantuan sembako kepada 7.771 KK yang masuk dalam kategori Desil 1 sejak tanggal 3 Maret lalu, di mana hingga saat ini sebanyak 5.654 KK telah menerima distribusi tersebut. Namun, Harun Manaf juga memberikan catatan penting mengenai adanya tanggapan yang kurang baik dari masyarakat di lapangan.
“Mohon dilakukan rapat koordinasi terkait hal ini, karena ada tanggapan yang tidak bagus dari masyarakat. Saya berharap data Desil 1 segera dievaluasi, karena kemungkinan dari 5.000-an yang sudah didistribusikan, sekitar 1.000-an di antaranya tidak layak menerima sembako,” tegas Harun Manaf.
Ia menyatakan bahwa BAZNAS akan tetap konsisten membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, namun ke depannya akan ada perubahan strategi. “Bantuan sembako ke depan akan dikurangi dan akan diganti dengan bantuan produktif berupa bantuan usaha,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa zakat memang harus diarahkan pada program produktif untuk membantu usaha kecil dan mengembangkan potensi ekonomi para mustahik.
“Dengan pendekatan ini, diharapkan para penerima zakat dapat semakin berdaya dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Penggunaan teknologi seperti Aplikasi Cinta Zakat juga harus terus didorong untuk memudahkan masyarakat berzakat secara cepat dan aman.” ungkap Wali Kota.
Acara yang turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota, segenap anggota Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten, hingga pimpinan OPD ini ditutup dengan harapan agar semangat gotong royong di Kota Tegal semakin kuat.
Radio Sebayu