
Pemerintah Kota Tegal melalui Bapperida mengadakan Pra Musrenbang Tematik Stunting Tingkat Kota Tegal 2026 di Gedung Adipura, Balai Kota Tegal, Kamis (12/3/2026).
Acara tersebut dihadiri Wali Kota Tegal, Wakil Wali Kota Tegal, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal, Sekda Kota Tegal, Asisten Sekda Kota Tegal, Kepala OPD, Camat dan Lurah se-Kota Tegal.
Kepala Bapperida Kota Tegal M. Ismail Fahmi, S.IP, M.Si dalam laporan penyelenggaraannya menyebutkan, tema yang diangkat pada forum ini adalah Intervensi dan Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Menuju Kota Tegal Zero Stunting.
Dengan maksud dan tujuan untuk memotivasi perangkat daerah dan para pemangku kepentingan melakukan evaluasi kinerja dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting basis analisis situasi, mendeklarasikan komitmen pimpinan daerah, DPRD, pimpinan perangkat daerah dan para pemangku kepentingan untuk merealisasikan rencana kegiatan percepatan pencegahan dan penurunan stunting.
Selain itu untuk merumuskan usulan program kegiatan intevensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting, melakukan pemilahan usulan program kegiatan intervensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting dalam kategori fisik, sarpras, sosial budaya dan ekonomi, serta memberikan apresiasi kepada perangkat daerah, lembaga dan pemangku kepentingan yang mewujudkan kinerja baik dan mendukung percepatan penurunan stunting di Kota Tegal.
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dalam sambutannya mengatakan, stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masa depan generasi. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terpadu, lintas sektor, dan berkesinambungan.
Ada enam pilar strategi nasional yang menjadi pedoman yang harus dilakukan. Yakni komitmen kepemimpinan, kampanye perubahan perilaku, konvergensi program, ketahanan pangan dan gizi, peningkatan kapasitas, serta pemantauan dan evaluasi.
Melalui forum ini, pihaknya ingin menekankan beberapa hal penting untuk menangani stunting. Diantaranya intervensi spesifik pada kelompok prioritas, remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, bayi, dan balita, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan.
Kemudian intervensi sensitif melalui penyediaan sanitasi, air bersih, pangan bergizi, perbaikan rumah tidak layak huni, serta edukasi pola asuh dan perilaku hidup sehat.
Ketepatan sasaran dengan pemanfaatan data valid agar intervensi benar-benar menjangkau keluarga berisiko stunting. Penguatan peran masyarakat melalui Kecamatan, Kelurahan, kader posyandu, dan TP PKK dalam pendampingan keluarga serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Selain itu, kolaborasi multipihak dengan perguruan tinggi, dunia usaha, dan organisasi masyarakat untuk penelitian, inovasi, edukasi gizi, dan pemberdayaan keluarga juga diperlukan.
Sehingga upaya percepatan penurunan stunting tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama.
“Saya mengajak seluruh perangkat daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dan konvergensi program. dengan kerja bersama. Saya yakin Kota Tegal mampu mencapai target zero new stunting dan melahirkan generasi sehat, cerdas, serta berkualitas,” harapnya.
Wali Kota Tegal juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS, RSUD Kardinah, RSU Islam Harapan Anda, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. semoga kerja sama ini terus berlanjut dan semakin kuat.
Forum tersebut juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh perangkat daerah di Kota Tegal.
Radio Sebayu