
Gelaran sedekah laut di Kota Tegal yang dilaksanakan 6-7 Juli 2025 turut dimeriahkan Bank Indonesia Tegal dengan mengadakan pasar murah, CBP Rupiah, dan kirab budaya. Kehadiran Bank Indonesia (BI) Tegal dalam event tersebut menjadi bukti nyata komitmen BI dalam pelestarian budaya, pengendalian inflasi, dan edukasi keuangan khususnya CBP Rupiah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal, Bimala, menegaskan bahwa sejak 2024, BI secara aktif berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tegal dalam kegiatan sedekah laut.
“Bank Indonesia berkolaborasi pada kegiatan sedekah laut Kota Tegal sejak 2024,” ungkap Bimala dalam sambutannya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut bukan hanya wahana pelestarian budaya tetapi juga bagian sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan edukasi untuk masyarakat. Fokus edukasi yang disampaikan adalah pengendalian harga bahan pangan dan edukasi melalui kirab CBP Rupiah dan pagelaran wayang golek dengan maskot CBP Rupiah (Aru, Acul dan Asih).
Dijelaskan Bimala, BI hadir dalam berbagai kegiatan selama sedekah laut, di antaranya: Kirab Budaya CBP Rupiah pada Minggu, 6 Juli 2025. Digelar mulai dari perumahan Brawijaya dan finish di KUD Karya Mina. Kegiatan ini merupakan perpaduan budaya dan pengenalan CBP Rupiah kepada msyarakat dalam kegiatan budaya. Dengan maksud agar penyampaian pesan CBP Rupiah dapat lebih mudah dikenal luas oleh masyarakat.
Kemudian pagelaran wayang golek CBP Rupiah pada Minggu, 6 Juli 2025, bertempat di halaman KUD Karya Mina. Pagelaran ini membawakan lakon “Lupit, Slenteng, dan Maskot CBP Rupiah: Aru, Acul, Asih” dengan tema Guyup Rukun, Makmur, Sejahtera, yang dipentaskan oleh dalang Carito.
Gerakan Pasar Murah, Senin 7 Juli 2025 bertempat di halaman KUD Karya Mina. Pasar murah ini menjadi langkah nyata pengendalian inflasi dengan menyediakan kebutuhan pokok harga terjangkau. Ini juga bagian dari upaya jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan daerah khususnya Kota Tegal.
Ada juga pemberian wakaf produktif untuk nelayan kolaborasi dengan Lazisnu Kota Tegal, Minggu dan Senin (6-7 Juli 2025). Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir khususnya nelayan. Wakaf produktif ini ditujukan bagi nelayan yang kurang mampu untuk mengambil sertifikasi untuk pengembangan kompetensi nelayan.
Bimala berharap kolaborasi yang terlah terjalin bisa terus berlanjut dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat khususnya masyarakat pesisir. Sedekah Laut Kota Tegal 2025 membuktikan bahwa kolaborasi antar lembaga tidak hanya soal seremoni, tetapi juga tentang kerja nyata melalui upaya pelestarian budaya, literasi, edukasi dan stabilitas harga serta ketersediaan pangan.
Radio Sebayu