
Puluhan nelayan Kota Tegal mengikuti rangkaian Upacara Sedekah Laut, Senin(7/7/2025) di KUD Karya Mina sebagai wujud rasa syukur atas hasil laut sekaligus harapan akan keberkahan yang lebih melimpah.
Acara ini berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan budaya, sosial, dan ekonomi yang menyatukan nilai-nilai tradisi dan inovasi.
Ketua KUD Karya Mina, H. Rismanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sedekah laut bukan hanya ritual tahunan, namun juga momentum untuk memperkuat solidaritas antar nelayan serta menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem laut.
“Laut adalah sumber kehidupan. Jika kita pelihara dengan baik, laut akan menjadi ekosistem perikanan yang produktif dan menopang ketahanan pangan kita,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Sedekah Laut, H. Rakiman, mengungkapkan bahwa hasil laut Kota Tegal menunjukkan tren positif.
“Alhamdulillah, hasil laut lebih melimpah dari tahun ke tahun. Ini tentu menjadi harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan nelayan Kota Tegal,” katanya.
Rangkaian acara dimulai dengan tasyakuran pada Sabtu malam, 5 Juli 2025 pukul 19.30 WIB, dilanjutkan dengan kirab ancak, pagelaran wayang golek, dan ruwatan laut sebagai bentuk pelestarian budaya. Pada kesempatan itu, juga digelar program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal berupa 500 paket sembako senilai Rp125.000 yang dapat ditebus hanya Rp95.000, bahkan turun menjadi Rp85.000 jika dibayar menggunakan QRIS.
Selain itu, Bank Indonesia melalui KPw Tegal juga turut mendukung acara ini. Bimala, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, menyampaikan bahwa pelestarian budaya seperti sedekah laut sangat selaras dengan visi Bank Indonesia dalam memperkuat ekonomi daerah.
“Kami juga menyalurkan 200 paket bantuan bagi janda jompo, sebagai wujud kepedulian sosial dalam bingkai budaya,” tuturnya.
Acara juga dimeriahkan dengan penampilan Tari Gambyong persembahan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal. Tarian ini diselipkan pesan edukatif “Cinta, Bangga, Paham Rupiah” sebagai bentuk kampanye literasi keuangan yang digagas oleh Bank Indonesia.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tegal menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur perikanan.
“Kebakaran kapal yang beberapa kali terjadi masih menjadi momok. Kami berharap akan ada pelabuhan baru di Tegal yang representatif dan aman untuk tempat parkir kapal,” ujar Beliau.
Puncak acara ditutup dengan larung sesaji ke tengah laut yang dikawal oleh tim pendamping. Tradisi ini menggambarkan rasa syukur nelayan atas anugerah laut serta harapan agar laut senantiasa memberikan kehidupan dan kesejahteraan.
Lebih dari sekadar tradisi, Sedekah Laut tahun ini menjadi simbol sinergi antara budaya, ekonomi, dan lingkungan yang memperkuat posisi Kota Tegal dalam menghadapi tantangan pasar global sekaligus menjaga laut sebagai masa depan bangsa.
Radio Sebayu