
Pemerintah Kota Tegal terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian serta kebersihan lingkungan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Program Gropyokan Nangani Lan Mberesi Sampah. Kegiatan evaluasi berskala besar ini diselenggarakan di Ruang Adipura Kota Tegal, Kamis (16/07/2026), dengan dihadiri oleh jajaran penting pemerintah daerah meliputi Wali Kota Tegal, Wakil Wali Kota Tegal, staf ahli, asisten, kepala dinas, serta camat dan lurah se-Kota Tegal guna memantau capaian riil pengurangan sampah di masyarakat.
Dalam arahannya, Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M. menekankan pentingnya instrumen monitoring dan evaluasi berkala sebagai basis manajemen agar sebuah program kemasyarakatan tidak kehilangan momentum pasca peluncuran resminya. Dedy Yon menegaskan komitmennya agar seluruh elemen pelaksana mempertahankan semangat konsistensi secara berkelanjutan di seluruh wilayah perkotaan.
“Gerakan masyarakat seperti gropyokan sering kali semangatnya tinggi saat launching, tetapi kemudian menurun. Saya tidak ingin hal itu terjadi di Kota Tegal. Karena itu, monev berkala dan berkelanjutan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari gerakan ini, agenda gropyokan harus menjadi agenda pokok dalam pengelolaan sampah. masyarakat tidak hanya diajak menjaga kebersihan, tetapi juga diarahkan untuk mengubah pola pikir, dari sekadar membuang sampah menjadi pilah dan olah sampah. Inilah perubahan perilaku yang kita harapkan,” jelas Wali Kota.
Lebih lanjut, program berskala makro ini juga dirancang untuk membawa transformasi kultural di tingkat rumah tangga, sehingga masyarakat secara bertahap mulai meninggalkan kebiasaan lama. Pemerintah daerah berharap pendekatan ini mampu mengubah cara pandang kolektif dalam memperlakukan sisa konsumsi rumah tangga harian secara mandiri.
“Para orang tua asuh, terutama penggerak perubahan dari OPD, Sekolah, dan Puskesmas, harus melakukan pendampingan yang nyata, intensif, dan dengan metode yang tepat. Saya juga meminta kepada orang tua asuh yang belum menyampaikan progres kegiatan dan progres penurunan volume sampah agar segera melaporkan tepat waktu dan lengkap. laporan ini sangat penting untuk mengukur keberhasilan gerakan gropyokan,” jelas Dedy.
Tak ketinggalan Wali Kota juga menekankan bahwa gerakan ini bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga soal kesehatan masyarakat. sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai penyakit. Dengan gerakan gropyokan yang terukur. Dirinya menekankan, harus melihat gerakan ini sebagai bagian dari upaya besar menjaga kelestarian lingkungan.
Pada sesi pemaparan hasil pengawasan teknis, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal, Yuli Prasetiya, S.KM., M.Kes. menyampaikan rangkuman komprehensif mengenai kesiapan sumber daya manusia dari Aparat Sipil Negara yang bertugas mengawal transisi ekologis di lapangan. Yuli menegaskan kesiapan total instansinya dalam mengedukasi masyarakat luas dari tingkat hulu.
“Seluruh 66 Orang Tua Asuh, sebanyak 100 % telah mengirimkan penggerak perubahan untuk pelatihan. Total penggerak perubahan yang dilatih sebanyak 210 ASN,” ucap Yuli.
Berdasarkan indikator penilaian fisik perkantoran asri terhadap 55 instansi daerah yang meliputi dinas pemerintahan, puskesmas, dan kantor kelurahan, tercatat sebanyak 22 kantor telah berhasil masuk dalam kategori asri. Sementara itu, terdapat 20 kantor dinilai cukup asri, serta 13 kantor lainnya masih dikategorikan kurang asri. Sementara itu pada sektor pemantauan institusi pendidikan yang mencakup 27 sekolah sampel, 10 sekolah sukses meraih predikat asri. Di sisi lain, 14 sekolah masuk dalam kategori cukup asri dan 3 sekolah dinilai tidak asri.
Implementasi riil dari pemilahan sampah organik langsung dari sumbernya memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan drastis volume limbah harian yang dikirimkan menuju tempat pembuangan akhir. Di wilayah Kecamatan Tegal Timur, penurunan volume sampah harian terjadi di Kelurahan Mangkukusuman sebesar 608,5 kilogram, Kelurahan Slerok sebesar 203,7 kilogram, Kelurahan Kejambon sebesar 24,8 kilogram, Kelurahan Panggung sebesar 353,5 kilogram, dan Kelurahan Mintaragen sebesar 168,8 kilogram.
Selanjutnya, untuk wilayah Kecamatan Tegal Barat, pemotongan volume harian tercatat di Kelurahan Tegalsari sebanyak 213,7 kilogram, Kelurahan Kraton sebanyak 176,3 kilogram, Kelurahan Kemandungan sebanyak 27,1 kilogram, Kelurahan Pekauman sebanyak 88 kilogram, Kelurahan Pesurungan Kidul sebanyak 70,7 kilogram, Kelurahan Debong Lor sebanyak 49,4 kilogram, dan Kelurahan Muarareja sebanyak 61,2 kilogram.
Tren penurunan berlanjut di Kecamatan Margadana yang meliputi Kelurahan Margadana sebesar 187,1 kilogram, Kelurahan Sumurpanggang sebesar 85,3 kilogram, Kelurahan Pesurungan Lor sebesar 74 kilogram, Kelurahan Kalinyamat Kulon sebesar 76,2 kilogram, Kelurahan Cabawan sebesar 79 kilogram, Kelurahan Krandon sebesar 71,2 kilogram, dan Kelurahan Kaligangsa sebesar 129 kilogram.
Sementara itu, wilayah Kecamatan Tegal Selatan mencatatkan efisiensi timbulan di Kelurahan Randugunting sebanyak 205,6 kilogram, Kelurahan Debong Tengah sebanyak 160,1 kilogram, Kelurahan Debong Kidul sebanyak 44,7 kilogram, Kelurahan Debong Kulon sebanyak 66,4 kilogram, Kelurahan Bandung sebanyak 73,8 kilogram, Kelurahan Keturen sebanyak 63,3 kilogram, Kelurahan Tunon sebanyak 71,3 kilogram, serta Kelurahan Kalinyamat Wetan sebanyak 37,8 kilogram.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan penghargaan bagi kantor dan sekolah dengan penilaian terbaik dalam Gerakan Gropyokan Nangani lan Mberesi Sampah. Untuk kategori sekolah ASRI, juara pertama diraih SMP Negeri 1 Kota Tegal, juara kedua SMA Negeri 4 Kota Tegal, dan juara ketiga SMP Negeri 19 Kota Tegal. Sedangkan kategori kantor ASRI, juara pertama diraih Bapperida Kota Tegal, disusul Puskesmas Margadana dan BKPSDM Kota Tegal.
Wali Kota Tegal mengajak untuk menjadikan monev ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama, dengan kerja keras, pendampingan, inovasi, dan laporan yang terukur, Pemerintah Kota Tegal yakin gerakan gropyokan akan menjadi gerakan berkelanjutan yang membawa manfaat besar bagi Kota Tegal.
Radio Sebayu