Radio Sebayu

Gandeng Diskominfo Kota Tegal, Korem 071/WK Sulap 18 Babinsa Jadi Garda Terdepan Penangkal Hoaks

Gandeng Diskominfo Kota Tegal, Korem 071/WK Sulap 18 Babinsa jadi Garda Terdepan Penangkal Hoaks

TEGAL – Sebanyak 18 Bintara Pembina Desa (Babinsa) di bawah jajaran Komando Resor Militer (Korem) 071 Wijayakusuma menerima pembekalan intensif mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), bijak bermedia sosial, serta literasi digital, Rabu (3/6/2026) di Aula Koramil 01, Tegal Barat, Kota Tegal.

Babinsa tersebut merupakan wakil dari 9 Kodim yang berada dibawah komando Korem 71/Wijayakusuma yaitu Kodim 0701/Banyumas, Kodim 0702/Purbalingga, Kodim 0703/Cilacap, Kodim 0704/Banjarnegara, Kodim 0710/Pekalongan, Kodim 0711/Pemalang,  Kodim 0712/Tegal, Kodim 0713/Brebes dan Kodim 0736/Batang.

Kegiatan yang digelar dalam rangka meningkatkan kapasitas aparat komando kewilayahan di era keterbukaan informasi ini diisi materi oleh Susi Nur Indahsari, Andhika Cahya R. dan Zam Tsalaatsa Putra dari Diskominfo Kota Tegal.

Susi menyoroti bagaimana platform media sosial telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, sehingga informasi dapat menyebar dapat hitungan detik termasuk berita hoax dan juga provokasi dapat dengan mudah diakses oleh Masyarakat. Oleh karena itu Babinsa diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang terpercaya untuk menjaga kondusifitas Masyarakat.

“Platform media sosial telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, sehingga informasi dapat menyebar dalam hitungan detik. Sayangnya, ini termasuk berita hoax dan provokasi yang dengan mudah diakses oleh masyarakat,” ujar Susi.

“Oleh karena itu, Babinsa diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang terpercaya untuk menjaga kondusifitas di tengah masyarakat.” tambah Susi.

Sedangkan Andika lebih menekankan pada pengertian provokasi dan penyebaran berita hoax di media sosial yang sangat rentan memicu perpecahan di masyarakat, sehingga dibutuhkan peran Babinsa untuk menjadi contoh pengguna media sosial yang baik, menyebarkan informasi positif dan resmi, menangkal informasi palsu dan hoax serta menjaga nama baik institusi TNI AD.

Selain itu disampaikan juga tentang pentingnya literasi digital untuk dapat menangkal hoax, menghindari cyberbullying, mengindari ujaran kebencian serta mencerdaskan Masyarakat pengguna media social.

Bahkan sebagai narasumber, Zam juga sangat menggarisbawahi tentang peran Babinsa dalam literasi digital ini. Menurut Zam, Babinsa dapat mengedukasi warga tentang penggunaan teknologi digital yang aman, membantu masyarakat mengenali hoax , dan menjembatani informasi resmi pemerintah ke Masyarakat.

“Babinsa memiliki peran krusial dalam literasi digital. Mereka dapat mengedukasi warga tentang penggunaan teknologi digital yang aman, membantu masyarakat mengenali hoax, sekaligus menjembatani informasi resmi pemerintah ke masyarakat,” ujar Zam.

Dengan adanya pembekalan ini, 18 Babinsa yang hadir diharapkan tidak hanya membentengi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga bertindak sebagai agen literasi di wilayah tugas masing-masing.

Melalui komunikasi sosial (Komsos) sehari-hari, Babinsa kini memiliki tugas tambahan untuk meredam potensi konflik sosial yang dipicu oleh provokasi di dunia maya, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih produktif dan positif dalam menggunakan teknologi digital.

Scroll to Top