
Jalan raya Pacul, Mejasem Barat, Kabupaten Tegal yang berada di depan Kafe Kalih Signature mengalami kerusakan di sejumlah titik. Kerusakan pada bagian aspal yang berlubang.
Keluhan dari masyarakat juga mencuat lantaran lubang tersebut membahayakan bagi pengendara. Bahkan beberapa pengendara sempat terjatuh dan terpeleset. Apalagi saat turun hujan membuat lubang jalan tak terlihat.
Dari keluhan ini, Yayasan Indonesia Salam Jaya (YISJ) bersama Kafe Kalih Signature berinisiatif melakukan perbaikan jalan secara swadaya. Hal tersebut juga sudah ditembuskan kepada pihak Kepala Desa dan menyambut baik.
Program kolaborasi swadaya tebar manfaat sinergi membangun desa tersebut melakukan penambalan pada 7 titik lubang di sepanjang jalan raya Pacul.
Indra Irawan dari Yayasan Indonesia Salam Jaya (YISJ) mengatakan, ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian yayasan bersama Kalih Signature dan Pemerintah Desa Mejasem Barat untuk menanggapi keluhan dari masyarakat terkait jalan berlubang di sepanjang jalan raya Pacul.
“Sejumlah pengendara dari masyarakat umum dijumpai pernah terjatuh dan yayasan kami yang memiliki pondok pesantren juga mendapati keluhan beberapa orang tua atau wali santri bahwa lubang jalan tersebut memang membahayakan, sehingga kami berinisiatif melaksanakan program kolaborasi ini,” kata Indra.
Ada 7 titik lubang yang akan ditambal dan diperbaiki, dengan melibatkan pelaksana ahli yang memang sudah sering menggarap perbaikan jalan berlubang.
“Kami juga meminta pelaksana agar menambal lubang dengan metode yang terbaik sehingga benar-benar awet,” ucap Indra.
Alkautsar dari Kalih Signature juga menambahkan, kegiatan tebar manfaat ini diharapkan benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya para pengguna jalan.
“Dengan program kolaborasi swadaya ini jalan yang berlubang bisa halus dan rata kembali, sehingga nyaman untuk dilewati,” kata Alkautsar.
Kepala Desa Mejasem Barat Yuswan Maulana mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Yayasan Indonesia Salam Kaya dan Kalih Signature melalui program kolaborasi swadaya tebar manfaat sinergi membangun desa, memperbaiki lubang-lubang jalan.
Sehingga diharapkan jalan menjadi rata kembali, dan nyaman bagi pengguna jalan serta tidak membahayakan bagi pengguna jalan.
“Ini patut dicontoh, sehingga peran membangun desa tidak hanya dari Pemerintah saja tetapi dari semua elemen,” tuturnya.
Pihaknya sangat terbuka, karena apa yang dilakukan memberikan manfaat untuk masyarakat. Yuswan berharap, kegiatan swadaya ini juga bisa memotivasi masyarakat lain untuk bersama-sama tanggap dan peduli terhadap desanya.
Karseno selaku pelaksana pengaspalan menjelaskan, bahwa untuk penambalan dengan metode penggalian kembali, merapikan dan menambahkan batu jengkam, dan dikunci menggunakan sirtu, lalu dipadatkan dan diratakan dengan wales.
Selanjutnya ditambahkan pemasangan ampar tiga empat dipadatkan kembali baru diaspal. Setelah diaspal dan diratakan lagi, ditambahkan ampar ukuran dua tiga, diwales kembali lalu ditambahkan batu 0,5 baru finishing pengaspalan secara merata.
Dengan metode tersebut menurut Karseno akan membuat lubang yang diperbaiki awet, tidak mudah rusak kembali.
Radio Sebayu