Radio Sebayu

Salat Idul Adha 1447 H di Masjid Agung Tegal Berlangsung Khidmat, Wali Kota Ajak Perkuat Kepedulian Sosial

TEGAL — Suasana khidmat dan penuh berkah menyelimuti Masjid Agung Kota Tegal saat ribuan umat Muslim memadati area rumah ibadah tersebut untuk melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026) pagi. Pelaksanaan ibadah tahunan ini menjadi momentum sakral yang mempertemukan jajaran pemerintah daerah dan masyarakat dalam balutan ukhuwah Islamiyah yang erat.

Ketenteraman ibadah kian terasa saat Moh. Mahbub Junaedi Al Hafidz memimpin jalannya salat sebagai imam dengan syahdu. Sementara itu, mimbar khutbah Idul Adha diisi oleh ulama kharismatik, Habib Muhammad bin Mustofa Al Attas, yang menyampaikan pesan mendalam tentang esensi hari raya kurban kepada seluruh jemaah yang hadir.

Momentum penuh berkah ini kian bermakna dengan melimpahnya hewan kurban yang diterima oleh pengurus Masjid Agung Kota Tegal, yakni sebanyak delapan ekor sapi dan 28 ekor kambing. Istimewanya, Kota Tegal juga kembali mendapat berkah berupa bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI berupa satu ekor sapi kurban seberat 1,1 ton yang diserahkan untuk Masjid Al Tsumairi.

Dalam sambutannya sebelum salat dimulai, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyampaikan apresiasi sekaligus rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dari pemerintah pusat. “Kami atas nama Pemerintah Kota Tegal mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden, karena dua tahun ini masyarakat Kota Tegal ikut menikmati sapi kurban dari Bapak Presiden,” ujarnya penuh syukur.

Lebih lanjut, Dedy Yon juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Idul Adha sebagai momentum emas dalam memperkuat kepedulian sosial dan mempererat tali persaudaraan pascapandemi. Menurutnya, esensi dari Idul Adha adalah saat yang paling tepat untuk saling berbagi, meruntuhkan sekat egoisme, dan menumbuhkan rasa empati antar-sesama warga kota.

Sejalan dengan pesan Wali Kota, Habib Muhammad bin Mustofa Al Attas dalam khutbahnya mengingatkan jemaah akan pentingnya mengobarkan jiwa takbir dan keikhlasan. Ia menegaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan atau simbol pemotongan hewan semata, melainkan sebuah gerakan moral untuk membangun solidaritas sosial sekaligus mengikis sifat tamak terhadap harta benda di dalam dada umat Islam.

Scroll to Top