Radio Sebayu

Saling Ejek di Medsos Berujung Siswi SMP di Tegal Dikeroyok, Alami Luka dan Trauma

Seorang siswi salah satu SMP di Kota Tegal mengalami tindak kekerasan oleh sejumlah orang. Kejadian tersebut bermula saat korban dan salah satu temannya saling ejek di media sosial, WhatsApp.

Hingga akhirnya berlanjut pada aksi kekerasan yang terjadi pada Jumat (8/5/2026) malam di GOR Tegal Selatan. Salah satu pelaku yang awalnya memiliki masalah justru mengajak teman-temannya, dan mengeroyok korban.

Mendengar kejadian tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal, Dewi Umaroh dan Kepala DPPKBP2PA Kota Tegal, dr Rofiqoh mengunjungi sekolah dan rumah korban untuk menjenguk korban serta meminta penjelasan kronologisnya.

Pihak korban juga didampingi kuasa hukumnya dari Tim DCF Tegal Adi Jefri Hermanto. Ia menceritakan bahwa korban telah mengalami luka-luka dan keluarga korban sudah membuat laporan ke pihak berwajib.

“Kami sudah melakukan laporan ke Unit PPA Satreskrim Polres Tegal Kota, pasca kejadian yakni pada Sabtu (9/5/2026), ucap Jefri.

Dijelaskan Jefri, kronologi kejadiannya diawali dengan saling ejek antara korban dengan salah satu pelaku. Kemudian pelaku yang tidak terima mengajak teman-temannya untuk bertemu dengan korban.

“Awalnya janjian di Makam Pahlawan, kemudian dilerai warga setempat, lalu berpindah ke GOR Tegal Selatan,” tutur Jefri.

Waktu itu terjadi duel antara korban dengan pelaku, dan dimenangkan oleh korban. Namun teman-teman pelaku membelanya dan berujung pengeroyokan.

“Ada empat pelaku yang mengeroyok korban, dan mereka merupakan anak-anak putus sekolah, bahkan ada pula yang berusia dewasa. Usia 20 tahun, ada yang 17 tahun dan 14 tahun. Kami juga sudah mengantongi nama-namamya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada kejadian pengeroyokan tersebut terduga pelaku juga mengajak orang-orang untuk menyaksikannya, sehingga banyak saksi pada kejadian ini.

Menurut Jefri, untuk saat ini korban mengalami trauma, luka-luka dan masih membutuhkan pendampingan orang tua. Karena dari penuturan korban aksi kekerasan tersebut dilakukan dalam durasi lama, kurang lebih 1 jam.

“Korban ditendang, dipukul, bahkan dicekik, dan kekerasan itu berlangsung lama,” ucap Jefri.

Kepala Disdikbud Kota Tegal Dewi Umaroh mengatakan, kunjungannya adalah untuk menjenguk korban dan meminta keterangan dari sekolah dan keluarga korban.

Pihaknya sangat menyayangkan pihak sekolah yang tidak bergerak cepat untuk melaporkan.

“Kejadian-kejadian seperti ini harusnya bisa ditangani dan bergerak cepat, sehingga jangan sampai penanganan terhadap korban justru terlambat,” ucapnya.

Disdikbud akan terus memantau dan meminta guru BK mendampingi prosesnya serta mewujudkan iklim di sekolah yang kondusif.

“Jangan sampai di lingkungan sekolah justru membahas kejadian tersebut yang pada akhirnya memunculkan trauma kepada korban,” kata Dewi Umaroh.

Kepala DPPKBP2PA Kota Tegal dr Rofiqoh menambahkan, dengan adanya kejadian ini DPPKBP2PA siap untuk melakukan pendampingan termasuk upaya pemulihan psikologis korban. Agar korban mau dan kembali bersekolah.

“Kami akan memeriksakan psikologi korban, sejauh mana korban mengalami trauma dan melakukan pendampingan pada kasusnya,” kaya Rofiqoh.

Scroll to Top