Radio Sebayu

Adopsi Sukses Yogyakarta, Pemkot Tegal Siap Sulap ‘Lontrong’ Jadi Lorong Sayur Produktif

YOGYAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal melakukan langkah konkret untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

Dipimpin langsung oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, jajaran aparatur wilayah Kota Bahari melakukan studi tiru ke RW 05 Kampung Mangkuyudan, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Jumat (8/5/2026).

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya mendalami best practice pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan konsep pertanian perkotaan (urban farming) yang telah teruji keberhasilannya di Yogyakarta.

Salah satu daya tarik utama dalam kunjungan ini adalah penggunaan Biopori Jumbo. Teknologi sederhana namun efektif ini digunakan warga Mangkuyudan untuk menampung sampah organik langsung dari sumbernya.

“Kami melihat sendiri bagaimana sampah organik tidak lagi menjadi beban, tapi justru menjadi aset. Hasil olahan biopori jumbo ini menjadi pupuk organik yang menyuburkan lingkungan sekitar,” ujar Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, di sela-sela peninjauan.

Selain pengelolaan sampah, rombongan Pemkot Tegal dibuat takjub dengan pemanfaatan gang-gang sempit yang disulap menjadi “Lorong Sayur”. Sepanjang gang Dronoharjo Suwongso, mata akan dimanjakan dengan hijaunya berbagai jenis sayuran konsumsi.

Dedy Yon sempat berdialog akrab dengan Sumarsini, penggiat lorong sayur setempat. Sumarsini mengisahkan perjuangannya menggerakkan ibu-ibu sekitar sejak beberapa tahun lalu demi mewujudkan ketahanan pangan keluarga secara mandiri.

Melihat keberhasilan tersebut, Wali Kota Tegal menginstruksikan para Camat dan Lurah yang hadir untuk segera melakukan adaptasi di wilayah masing-masing. Ia optimistis karakter wilayah Kota Tegal yang memiliki banyak gang atau lontrong sangat potensial untuk menerapkan konsep serupa.

“Saya berharap Kota Tegal dapat mencontoh Kampung Mangkuyudan. Kita punya banyak ‘lontrong’ (gang). Jika dikelola dengan baik untuk budidaya sayur dan sampahnya dikelola dengan biopori, Tegal bukan saja akan lebih bersih, tapi juga mandiri pangan,” tegas Dedy Yon.

Turut hadir dalam rombongan tersebut, Sekretaris Daerah Agus Dwi Sulistyantono, Kepala OPD terkait, Camat dan Lurah se-Kota Tegal, hingga perwakilan program Sistem Olah Sampah Makan Bergizi Gratis (Si Opah MBG) dari Puskesmas Margadana.

Kunjungan ini diharapkan menjadi titik balik bagi aparatur wilayah di Kota Tegal untuk lebih inovatif dalam mengelola lingkungan, sekaligus membawa pulang solusi nyata yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Scroll to Top