Radio Sebayu

Konflik Timur Tengah Memanas, Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Melihat Perkembangan Situasi

Konflik memanas yang terjadi di kawasan Timur Tengah antara AS-Israel dan Iran berdampak pada kekhawatiran calon jamaah haji di Indonesia yang akan berangkat ke Tanah Suci dalam waktu dekat. Termasuk juga berdampak pada biro umroh dan jamaahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Haji dan Umroh Kota Tegal, Agus Seri, Kamis (5/3/2025) memastikan bahwa hingga saat ini konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah belum merubah penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 atau 1447 H yang telah dipersiapkan sebelumnya.

“Dengan adanya konflik tersebut, tentunya membuat Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah. Namun sampai saat ini persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 atau 1447 Hijriah tidak terpengaruh oleh kondisi tersebut,” ujar Agus..

Pihaknya menuturkan, pemantauan secara intensif, khususnya bagi warga Indonesia yang saat ini melaksanakan ibadah umroh juga terus dilakukan pemerintah pusat bersama otoritas terkait.

“Pemantauan intensif terhadap dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah terus dilakukan. Ini sebagai upaya untuk memastikan seluruh warga negara Indonesia yang saat ini berada di Tanah Suci tetap berada dalam kondisi aman,” tuturnya.

Disampaikannya bahwa menyusul adanya konflik memanas tersebut, imbauan juga diberikan kepada jamaah umrah, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum tentu benar.

Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di Arab Saudi terus berkoordinasi dengan otoritas setempat guna menjamin perlindungan, kenyamanan, dan keselamatan jamaah.

“Jamaah yang saat ini juga diimbau tetap tenang dan tidak panik. Pemerintah bersama otoritas Arab Saudi terus memantau situasi di sana agar mereka mendapatkan jaminan perlindungan, kenyamanan, dan keselamatan dari pemerintah,” katanya.

Selain itu, Agus juga mengingatkan kepada biro penyelenggara haji dan umrah agar tetap memperhatikan kondisi keamanan sebelum memberangkatkan jamaah.

Jika situasi dinilai belum memungkinkan, keberangkatan jamaah disarankan untuk ditunda sementara waktu demi keselamatan bersama.

“Kita harus mengutamakan keselamatan jamaah. Jangan sampai memaksakan keberangkatan, manakala situasi belum memungkinkan,” tegasnya.

Agus mengaku, Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Tegal saat ini belum memiliki data pasti mengenai jumlah jamaah umrah asal Kota Tegal yang sedang berada di Arab Saudi maupun yang keberangkatannya tertunda. Hal tersebut disebabkan karena penyelenggaraan ibadah umrah sepenuhnya dikelola oleh Biro Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU).

Karena seperti kita ketahui, biro perjalanan umrah yang memberangkatkan jamaah bisa berasal dari berbagai daerah, baik berupa kantor pusat, kantor cabang, maupun agen, sehingga tidak seluruh data jamaah terlaporkan ke kantor Kementerian Agama di tingkat daerah.

Kendati demikian, Kementerian Agama tetap berupaya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan jamaah asal Indonesia mendapatkan perlindungan maksimal selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Agus berharap situasi di Timur Tengah dapat segera kembali kondusif sehingga penyelenggaraan ibadah haji yang akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Ia juga menilai bahwa momentum bulan Ramadan biasanya menjadi periode meningkatnya minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah umrah. Oleh karena itu, stabilitas situasi di kawasan Timur Tengah sangat diharapkan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman dan nyaman.

Scroll to Top