Radio Sebayu

Bekali Mahasiswa Mental Berkarakter, UHN Tegal Hadirkan Diskusi Ketahanan Mental Bersama Founder Mental Hub Indonesia

Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal mengadakan kegiatan Ramadan On Campus, Seri Kajian Ramadan yang menghadirkan dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ selaku Founder Mental Hub Indonesia, di Aula Kampus Mataram pada Rabu, (4/3/2026).

Kajian Ramadan tersebut mengangkat tema “Menghadapi Krisis Ketangguhan: Membangun Ketahanan di Tempat Kerja”.

Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal Sudirman Said mengapresiasi dengan kegiatan yang digelar. Ini menunjukkan kekompakan para mahasiswa dan belajar berorganisasi serta menghadirkan kegiatan yang bermanfaat.

Hal ini juga sejalan dengan konsep UHN yang menginginkan menjadi universitas terapan yang memperbanyak waktu mahasiswa berkegiatan di lapangan. Baik di laboratorium, klinik, ataupun di aula dan lain sebagainya. Setiap mahasiswa UHN juga diwajibkan memiliki minimal 1 kegiatan kemahasiswaan.

Sebab dengan berkegiatan, akan memberikan berbagai pelajaran dan pengalaman termasuk problem solving manakala mahasiswa menemui masalah atau kendala.

“Saya berharap pembelajaran ini juga kelak mengantarkan mahasiswa menjadi pemimpin yang berkarakter,” ucapnya.

Pihaknya meyakini bahwa interaksi yang manusia lakukan merupakan jalan menuju kemajuan dan kesuksesan.

Sementara itu, dalam pemaparannya, dr. Elvine Gunawan mengajak para mahasiswa memahami bahwa ketangguhan mental merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki setiap orang ketika memasuki dunia kerja.

Ia menjelaskan bahwa kesehatan mental bukan sekadar tidak adanya gangguan psikologis, tetapi kondisi ketika seseorang mampu mengenali potensi dirinya, mengelola tekanan hidup, bekerja secara produktif, serta berkontribusi bagi lingkungannya.

“Secara sederhana, kesehatan mental adalah kemampuan seseorang untuk menyadari potensinya, menghadapi tekanan hidup secara normal, bekerja dengan produktif, dan memberi kontribusi kepada komunitasnya,” jelasnya.

Menurutnya, tekanan hidup atau stres sebenarnya merupakan bagian alami dari kehidupan manusia.

“Otak kita sudah didesain Tuhan untuk mampu mencari jalan keluar ketika menghadapi masalah. Karena itu kita perlu hidup dengan tingkat stres yang normal. Stres tidak selalu buruk, justru bisa menjadi mekanisme adaptasi yang membantu kita bertahan dan berkembang,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa ketika menghadapi tekanan hidup, manusia akan melalui proses adaptasi yang menentukan apakah seseorang mampu tumbuh atau justru mengalami kesulitan.

Dalam konteks dunia kerja, kemampuan coping mechanism atau strategi menghadapi masalah menjadi salah satu kunci utama agar seseorang mampu tetap produktif dan menjaga kesehatan mentalnya.

Selain itu, dr. Elvine mengingatkan bahwa manusia sering kali memandang hubungan dengan Tuhan secara terlalu transaksional.

“Kita sering terlalu transaksional dengan Tuhan melalui doa. Padahal secara harfiah manusia memang diciptakan untuk bertahan hidup, salah satunya melalui bekerja dan berusaha,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa ketangguhan manusia sebenarnya sudah mulai terbentuk sejak sangat awal dalam kehidupan.

“Resiliensi manusia bahkan dimulai sejak masih di dalam perut ibu. Karena itu jika sebuah negara ingin memperbaiki kualitas sumber daya manusia, maka investasi terbaik adalah pada ibu hamil dengan memberikan fasilitas dan dukungan yang baik,” jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh civitas akademika Universitas Harkat Negeri, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, serta masyarakat umum yang tertarik dengan isu kesehatan mental.

Melalui program Ramadan on Campus, Universitas Harkat Negeri berharap dapat menghadirkan ruang dialog yang memperkaya wawasan publik sekaligus membangun generasi muda yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk dinamika dunia kerja di masa depan.

Scroll to Top