
Jamaludin Ali Alkatiri yang akrab dipanggil Jamal, seorang pengusaha sarung Tegal mengajak karyawannya untuk bisa menjadi seorang pengusaha mandiri.
Upaya tersebut ia tunjukkan dengan membangun industri sarung tenun plasma yang dikonsep kemitraan memberikan ruang pekerjaan dan pembelajaran, alat dan pendampingan manajemen. Dengan industi plasma tersebut menciptakan stabilitas usaha dan kemandirian ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Jamaludin Ali Alkatiri, Senin (3/2/2026) saat diwawancarai mengatakan, dari semula 12 pabrik kecil yang ada di wilayah Kabupaten Tegal, saat ini bertambah menjadi 16 pabrik kecil yang memberikan ruang pendidikan, pelatihan kepada masyarakat.
Mereka yang ingin menjadi mitra baru, bisa ikut belajar di pabrik atau industri plasma. Mereka akan diajari mitra-mitra yang telah lama menjadi operator tenun. Dengan harapan dengan adanya regenerasi dari mitra baru ini, mereka yang telah lama menjadi operator tenun bisa berkembang menjadi pengusaha sarung tenun.
“Ketika semua sudah diajari menenun, mereka yang satu wilayah bisa dibuatkan pabrik kecil sejauh terdapat lahan. Jika tidak, mereka bisa menggunakan salah satu rumah mitra yang memiliki lahan luas,” ucapnya.
Menurut Jamal, sejauh ini kemitraan dengan sejumlah operator tenun sudah berjalan lama, ada di wilayah Desa Getaskerep, Desa Wangandawa, Desa Kaladawa, Desa Pacul. Sehingga dengan terbentuknya kelompok mitra tersebut akan membuat masyarakat semakin bisa berkembang, dan kelak bisa menjadi pengusaha.
Radio Sebayu