
Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyatul Muthmainnah, S.K.M., M.Kes. secara resmi mengikuti kegiatan “Pak Menteri Menyapa” sekaligus melakukan Kick Off Pelayanan KB Serentak Awal Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini berpusat di Gedung PMB IBI Kota Tegal pada Rabu, (11/02/ 2026). Acara ini mengusung tema strategis “Pelayanan Kontrasepsi untuk Penggarapan Unmet Need KB di Wilayah Prioritas”. Program ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Kota Tegal, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, serta Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).
Dalam laporannya kepada Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (KB), Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd.. Wihaji, Wakil Wali Kota menjelaskan bahwa Kota Tegal ini dipilih untuk menjadi lokasi Kick-off, karena ada beberapa hal diantaranya angka unmet need dari pendataan keluarga 2025 masih di angka 17,6%, kemudian Angka Prevalensi Kontrasepsi Modern/Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) 58,9%, dan angka kelahiran ibu usia ibu di bawah 20 tahun masih 21,8%.
“Kita tahu bersama bahwa angka ideal untuk organ reproduksi itu siap melahirkan usia 21 Tahun, kita masih terus mensosialisasikan hal tersebut, kemudian lokasi pelayanan hari ini Pak Mentri , ada di Gedung IBI Kota Tegal dengan target pelayanan selama momentum ini pesertanya 742 akseptor. Peserta KPB baru terdiri dari 225 MKJP, kemudian 60 KB pasca persalinan, dan sisanya Non-MKJP.” Tambah Wakil Wali Kota.
Tazkiyatul juga menekankan bahwa persoalan unmet need (kebutuhan KB yang belum terpenuhi) masih menjadi tantangan nyata, khususnya di wilayah prioritas. Jika tidak ditangani serius, hal ini berisiko meningkatkan angka kematian ibu dan anak serta menurunkan kesejahteraan keluarga. “Melalui kick off ini, kita menegaskan kembali komitmen untuk memperluas akses pelayanan kontrasepsi yang aman, berkualitas, dan berkeadilan bagi masyarakat.” Tambahnya.
Dalam arahannya, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (KB), Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., menekankan bahwa program kontrasepsi merupakan metode utama dan satu-satunya di dunia untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Saat ini, jumlah penduduk Indonesia telah mencapai 286 juta jiwa dengan hampir 80 juta keluarga.
“Perlu saya sampaikan bahwa, program pencanangan KB atau kontrasepsi ini bukan sesuatu yang baru, tetapi penting kenapa, jumlah penduduk kita per hari ini sudah 286 Juta dari seluruh wilayah se Indonesia dengan keluarga hampir 80 Juta keluarga, artinya bahwa dengan begitu besarnya jumlah penduduk. Saya selaku pembantu Presiden diperintah untuk bagaimana bisa dalam hal ini, penduduk yang ada itu kedepan lebih baik, kemudian ada rentang kendali yang dalam hal ini untuk pengaturan dalam konteks kependudukan, maka satu-satunya di dunia ini dalam mengendalikan penduduk, ya metodenya kontrasepsi.” Tegas Wihaji.
Melalui penguatan edukasi dan pendampingan, pelayanan KB diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok yang selama ini belum terlayani secara optimal. Pemerintah Kota Tegal juga berkomitmen penuh mendukung program KB sebagai bagian integral dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Seluruh perangkat daerah, fasilitas kesehatan, kader, dan penyuluh lapangan didorong untuk terus berperan aktif.
Radio Sebayu