Radio Sebayu

Cuaca Buruk, KSOP Tegal Himbau Pemilik Kapal Tak Melaut dan Tambatkan dengan Aman Sesuai Prosedur

Menyusul cuaca yang kurang bersahabat, Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tegal memberikan himbauan kepada pemilik kapal dan nahkoda kapal khususnya jenis kapal niaga.

Kapal niaga seperti kapal tongkang, kapal wisata ataupun angkutan sungai danau penyeberangan harus mengutamakan faktor keselamatan.

Sebagaimana disampaikan Plt Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tegal Mohammad Andi Arifin, Kamis (5/2/2026). Curah hujan tinggi dan kecepatan angin yang ekstrem harus menjadi kewaspadaan para nahkoda.

Meski kapal ditambatkan atau berlabuh, harus sesuai dengan prosedur yang belaku. Khususnya seperti kapal tongkang yang sangat beresiko terlepas dari jangkar, saat hujan deras disertai angin kencang.

“Jangan sampai kejadian yang pernah menimpa wilayah pesisir Kota Tegal yakni kapal tongkang yang menabrak bibir pantai ataupun menabrak anjungan yang menewaskan pemancing terulang, sehingga harus selalu diperhatikan,” ucap Andi.

Menurutnya, ukuran besar jangkar dan rantai harus diperhatikan, dan harus ideal sehingga kapal yang tertambat benar-benar aman.

“Ukuran jangkar dan rantai harus sesuai aturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Sehingga tongkang yang ditambatkan benar-benar aman,” katanya.

Pihaknya juga meminta pengurus dan pemilik kapal agar selalu peduli menjaga keamanan kapalnya. Tidak hanya meninggalkan kapalnya begitu saja.

Terkait dengan angkutan sungai danau penyeberangan di Waduk Cacaban, Andi menjelaskan sudah ditangani petugas yang berada di wilayah kerja tersebut.

“Secara rutin, petugas selalu memberikan himbauan ketika cuaca tidak mendukung dan tidak diperkenankan berlayar atau membawa penumpang,” tuturnya.

Demi keselamatan bersama, para nahkoda perahu juga tidak boleh memaksa. Meskipun telah disediakan alat keselamatan, sebab resiko buruk bisa berpeluang terjadi.

“Termasuk saat sore hari dengan cuaca yang kerap kali tidak mendukung atau kerap turun hujan deras, para pemilik perahu sudah mengerti dan memahami untuk tidak beroperasi, menunggu cuaca membaik,” katanya.

Scroll to Top