
Kota Tegal menjadi tuan rumah dalam acara Rapat Koordinasi Forum Sekretaris Daerah (Forsesdasi) Jawa Tengah Tahun 2026 yang berlangsung di Sebayu Convention Hall, Hotel Bahari Inn Tegal, Kamis (29/01/26). Pertemuan strategis ini dihadiri oleh para Sekretaris Daerah (Sekda) dari 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah beserta para istri yang menjabat sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) daerah masing-masing, termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, SE.MM., yang sekaligus membuka acara secara langsung.
Selain sebagai ajang diskusi teknis, penyelenggaraan rakor ini dimaksudkan untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, memitigasi berbagai kendala administratif di lapangan, serta mempererat silaturahmi antar Sekda dan Ketua DWP Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Berlangsung selama dua hari, yakni 29–30 Januari 2026, dan mengusung tema utama “Peran Strategis Sekretaris Daerah Dalam Tata Kelola dan Optimalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Penganggaran Pegawai Non ASN dan BLUD”. Guna membedah tema tersebut, hadir sejumlah narasumber dari Ditjen Bangda Kemendagri, Kementerian Desa Pembangunan dan Daerah Tertinggal, serta Ditjen Keuda Kemendagri.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, SE.MM, memberikan penekanan khusus mengenai urgensi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Beliau menyampaikan bahwa koperasi ini bukan sekadar lembaga formalitas, melainkan instrumen vital untuk membangun ekonomi dari tingkat akar rumput. Sumarno menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih dirancang untuk menyelesaikan berbagai persoalan di desa, mulai dari pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, hingga peningkatan akses pendidikan melalui kemandirian ekonomi. Beliau juga menekankan bahwa faktor kepemimpinan dan manajemen menjadi penentu hidup matinya sebuah koperasi di daerah.
“Koperasi ini sebenarnya luar biasa Pak, tapi kenapa kok rontok semua? Karena saya mengamati bahwa KUD-KUD ini problemnya ada di manajemen.” Tegas Sumarno di hadapan para peserta. Ia juga menegaskan bawa komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendukung penuh percepatan program ini agar mampu menjadi ekosistem ekonomi yang tangguh dan modern di seluruh pelosok Jawa Tengah.
Sebagai tuan rumah, hadir pula Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., yang menyambut hangat kehadiran para panglima ASN se-Jawa Tengah di Kota Bahari, dengan didampingi Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Tegal, Gadis Sephi Febriana Dedy Yon, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Tegal, seluruh Camat dan Lurah se-Kota Tegal. Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa forum ini merupakan momentum vital untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan birokrasi.
“Saya harap forum ini mampu membangun komunikasi yang semakin solid, melahirkan gagasan-gagasan strategis, serta mewujudkan sinergi yang mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah di Jawa Tengah.” Ujar Dedy Yon.
Selain fokus pada koordinasi pemerintahan, Wali Kota Tegal secara khusus mempromosikan potensi Kota Tegal sebagai daerah pesisir yang berkembang di bidang perdagangan, jasa, dan pariwisata. Para peserta di kenalkan dengan beragam kuliner khas seperti sega ponggol, sate kambing muda, nasi lengko, soto tauco, hingga aneka seafood. Beliau juga menonjolkan keindahan sisi historis kota melalui wisata heritage yang mencakup kawasan Stasiun Kereta Api, kompleks Balai Kota Tegal, hingga sepanjang Jalan Veteran.
Rangkaian acara akan ditutup pada Jumat (30/01/26) dengan agenda Gowes Heritage. Para Sekretaris Daerah akan bersepeda berkeliling kota melintasi bangunan-bangunan bersejarah ikonik seperti kawasan Stasiun Kereta Api, kompleks Balai Kota lama, dan Jalan Veteran. Agenda ini diharapkan menjadi penutup yang berkesan sekaligus sarana relaksasi bagi para pengambil kebijakan di Jawa Tengah. Sedangkan para Dharma Wanita Persatuan diagendakan mengunjungi Griya Batik Kota Tegal.
Acara malam tersebut juga menjadi momen bersejarah dengan dilaksanakannya pelantikan Pengurus Forsesdasi seluruh Indonesia Komisarian Jateng periode 2025-2027. Pelantikan ini diharapkan dapat membawa semangat baru dalam menjalankan fungsi koordinasi antar-Sekretaris Daerah di Jawa Tengah. Sebagai bentuk apresiasi dan dedikasi, dilakukan pula penyerahan cindera mata bagi para Sekda se-Jawa Tengah yang telah memasuki masa purna tugas. Prosesi ini menjadi wujud penghormatan atas pengabdian panjang mereka dalam membangun daerah masing-masing.
Radio Sebayu