Radio Sebayu

“1 dari 3 Perempuan Pernah Jadi Korban”, Wawali Kota Tegal Ajak Perempuan Lawan Fenomena Gunung Es Kekerasan Lewat HAKTP 2025

Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah memimpin perayaan simbolis dalam rangka memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) dengan menggelar acara bertema “Tegal Kota Ramah Perempuan Tanpa Kekerasan” di Bumi Perkemahan Kota Tegal, Minggu (23/11/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan dari organisasi wanita di Kota Tegal hingga pekerja wanita dari berbagai sektor, serta tamu undangan lainnya yang semuanya merupakan aktifis perempuan. Kehadiran dari berbagai pihak ini menunjukkan solidaritas dan dukungan kolektif dalam upaya memerangi kekerasan terhadap perempuan.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam pembangunan dan berhak mendapatkan perlindungan sepenuhnya. Mirisnya, angka kekerasan terus meningkat, hingga Oktober 2025, tercatat hampir 2.000 kasus kekerasan terhadap anak secara nasional. Data awal dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) hingga Maret 2025 juga mencatat lebih dari 5.000 kasus kekerasan terhadap anak, dengan jumlah total kasus pada 2024 mencapai lebih dari 28.000 kasus. Maka dari itu, Wakil Wali Kota memfilosofikan seperti fenomena gunung es, yang jika dilihat di permukaan terlihat sedikit, namun sesungguhnya menumpuk di bawahnya.

“Kenapa sih moment ini perlu diperingati? Karena saya menemukan sendiri 1 dari 3 perempuan itu pernah mengalami kekerasan. Oleh sebab itu substansinya adalah bagaimana perempuan berani bersuara. Kita akan bersama-sama membuat para perempuan di Kota Tegal ini menjadi perempuan yang berani berbicara, yang bisa saling mengadvokasi dan saling mendukung satu sama lain.” Jelas Tazkiyyatul.

16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) sendiri merupakan sebuah kampanye internasional yang digelar setiap tahun mulai 25 November (Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan) hingga 10 Desember (Hari Hak Asasi Manusia Internasional). Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan untuk menggalang gerakan solidaritas global.

“Mari kita gaungkan tentang 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan ini di seluruh penjuru Kota Tegal dan yang paling penting, tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana mewujudkan Tegal menjadi kota ramah perempuan tanpa kekerasan.” Tambah Wakil Wali Kota.

Selain seremoni, acara ini dirancang interaktif dan edukatif. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi paparan dan diskusi yang melibatkan Kepala KPw Bank Indonesia Tegal, Bimala serta Kiky Farizeni selaku pengusaha wanita di Kota Tegal.

Acara puncak ditandai dengan pelepasan puluhan burung dan balon warna-warni ke udara, yang memiliki makna mendalam sebagai simbol kebebasan dan harapan bagi seluruh perempuan di Kota Tegal. Tindakan simbolik ini menegaskan komitmen pemerintah kota untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan berbasis gender.

Scroll to Top