Radio Sebayu

Wujudkan Wanita Cantik, Berkarakter Baik, GOW Kota Tegal Gelar Pelatihan Ngadi Saliro dan Ngadi Busana

Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tegal mengadakan pelatihan Ngadi Saliro dan Ngadi Busana di Gedung Adipura, Komplek Balai Kota Tegal, Senin (22/9/2025).

Kegiatan tersebut memberikan pelatihan kepada anggota GOW, agar mampu merawat dirinya dan berbusana baik.

Turut hadir Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, yang secara simbolis membuka pelatihan tersebut.

Ketua GOW Kota Tegal Debby Firoeza Indiany Hakim mengatakan, bahwa jati diri atau karakter seseorang salah satunya dapat dilihat dari bagaimana merawat dirinya dan cara berbusananya.

Oleh karena itu sebagai kaum ibu, baik wanita karier maupun sebagai wanita pendamping suami maka harus mampu menjaga dan merawat diri agar tampil dengan performance sebagai wanita mulia, menunjukkan jati dirinya sebagai wanita yang berkarakter.

Pelatihan Ngadi Saliro, Ngadi Busana bukan hanya sekedar merias wajah dan berpakaian saja. Tetapi Ngadi Saliro, Ngadi Busana adalah frasa dalam bahasa Jawa yang memiliki makna filosofis mendalam yakni Ngadi Saliro diartikan dari dalam diri, dan Ngadi Busana diartikan menuju kebaikan atau menjadi lebih baik.

Pada pelatihan ini juga ditujukan untuk meningkatkan ketrampilan dan kesadaran akan pentingnya perawatan diri, baik fisik, mental serta kemampuan dalam memilih dan menggunakan busana yang baik sesuai dengan situasi dan kondisi.

Termasuk tetap menjaga nilai-nilai luhur bangsa, menjaga tradisi dan budaya dengan menggunakan pakaian yang pantas, cocok dengan nilai agama dan budaya bangsa.

Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ini memiliki makna penting. Ngadi Saliro mengandung arti bagaimana kita merawat, menjaga, dan memelihara diri sebagai pribadi yang berkarakter baik.

Sedangkan Ngadi Busana bermakna merawat penampilan dan etika sehingga terpancar keindahan, kesantunan, dan kewibawaan dalam kehidupan sehari-hari. Dua hal ini sesungguhnya merupakan cerminan jati diri seorang wanita Indonesia:

“Tidak hanya cantik secara lahiriah, tetapi juga anggun dalam sikap dan luhur dalam budi pekerti,” ucap Wakil Wali Kota Tegal.

Menurutnya, karakteristik wanita Indonesia sejak dulu dikenal sebagai pribadi yang penuh kelembutan, keibuan, dan memiliki kesabaran. Namun, di balik kelembutannya, wanita Indonesia juga memiliki kekuatan, keteguhan, serta kemampuan untuk berjuang demi keluarga dan bangsanya.

Di era modern saat ini, karakteristik tersebut semakin berkembang. wanita Indonesia dituntut tidak hanya berperan dalam keluarga, tetapi juga aktif di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, hingga politik. Namun, dengan segala peran dan kesibukan tersebut, wanita indonesia tetap diharapkan tidak melupakan akar budaya serta nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu.

“Saya memberikan apresiasi kepada GOW Kota Tegal yang terus konsisten menyelenggarakan kegiatan positif semacam ini,” ungkapnya.

Ia berharap, pelatihan ini menjadi wadah untuk memperkuat jati diri wanita Kota Tegal, sehingga dapat tampil percaya diri, berdaya saing, namun tetap anggun dan berkarakter sebagaimana ciri khas wanita Indonesia sejati.

Pelatihan Ngadi Saliro dan Ngadi Busana menghadirkan tim pelatih dari Harpi Melati.

Scroll to Top