Radio Sebayu

Kota Tegal Jadi Tuan Rumah Rembug Pembangunan Jateng, Ahmad Luthfi: Perlu Inovasi dan Kolaborasi Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengadakan Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Ki Gede Sebayu Balai Kota Tegal, Senin (22/6/2026).

Acara yang mengangkat tema “Mengembangkan Periwisata berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah”, dihadiri seluruh Kepala Daerah di wilayah Karesidenan Pekalongan beserta jajarannya.

Turut hadir Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol. (P) Drs. Ahmad Luthfi, SH.,SSt.MK, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Dr. H. Mohammad Saleh, ST.,SH.,MEn, Forkopimda Provinsi Jawa Tengah dan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono sebagai tuan rumah menyampaikan ucapan terimakasih atas ditunjuknya Kota Tegal sebagai tempat pelaksanaan rembug pembangunan Jawa Tengah se-wilayah pengembangan Bregasmalang Petanglong.

“Kami ucapkan selamat datang di Kota Tegal, kepada bapak Gubernur Jawa Tengah, Forkopimda Provinsi Jawa Tengah, Bupati/Wali Kota, Wakil Bupati/Wakil Wali Kota beserta Forkopimda dari masing-masing Kabupaten/Kota se-wilayah pengembangan Bregasmalang dan Petanglong,” ucapnya.

Pihaknya juga menyampaikan terkait capaian indikator makro pembangunan di Kota Tegal yang mengalami kenaikan dan perbaikan.

Laju pertumbuhan ekonomi berada pada angka 5,88%. Capaian laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 ini lebih tinggi dibandingkan capaian nasional dan Provinsi. Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada angka 77,95. Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 77,50.

Angka kemiskinan berada pada angka 7,28%. Capaian angka pada tahun 2025 tersebut lebih baik dibandingkan capaian nasional dan Provinsi. Tingkat pengangguran terbuka diangka 5,82%, lebih baik dibandingkan tahun 2024 sebesar 5,88%. Dan untuk tahun 2027, terhadap target indikator-indikator makro pembangunan tersebut, Kota Tegal akan berpegang atas hasil Rakortek yang telah dilaksanakan.

Dalam rangka pelaksanaan pembangunan di tahun 2027, Kota Tegal siap untuk mendukung dan menyukseskan tema pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah ditetapkan, yaitu “Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi”.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Dr. H. Mohammad Saleh, ST.,SH.,MEn mengatakan, pada prinsipnya dari DPRD Provinsi Jawa Tengah mendukung pengembangan berbagai potensi yang dimiliki seluruh Kabupaten maupun Kota di wilayah Jateng.

Ia menuturkan, pengembangan potensi yang ada bisa dilakukan dengan bersinergi bersama Kabupatan atau Kota lain maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Pihaknya mendorong terlaksananya kolaborasi dan sinergi positif dalam rangka pengembangan potensi di daerah yang turut membangun pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Hal lain yang dapat dilakukan dan diutamakan adalah dalam hal penguatan infrastruktur, penguatan SDM, penguatan promosi dan branding daerah. Jika semuanya terlaksana dengan baik maka bisa mencapai keberhasilan,” ucapnya.

DPRD Provinsi Jawa Tengah juga berkomitmen mendukung pembangunan yang berpihak pada peningkatan ekonomi masyarakat, pertumbuhan pariwisata di wilayah Jawa Tengah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.

“Kami berharap, melalui rembug bisa lahir gagasan dan strategi konkrit yang mampu menjawab tantangan ke depan untuk mewujudkan Jateng yang lebih baik,” harapnya.

Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol. (P) Drs. Ahmad Luthfi, SH.,SSt.MK mengatakan, bahwa rembug pembangunan di Kota Tegal ini merupakan putaran terakhir. Hal tersebut dilaksanakan untuk bisa menampung usulan dan aspirasi secara langsung dari Pemerintah Kabupaten/Kota kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, meskipun sebelumnya telah mengajukan hasil musrenbang dan dianggap masih kurang.

Terkait dengan Musrenbang yang telah diajukan Kab Kota yang dinilai kurang, bisa menyampaikan secara langsung kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Gubernur juga menekankan manakala terjadi keterbatasan fiskal maka bisa melaksanakan program skala prioritas dalam rangka membangun wilayah. Termasuk melakukan kolaborasi dengan berbagai elemen.

“Dengan keterbatasan fiskal, tidak bisa lagi mengandalkan PAD, maka bisa dilakukan terobosan-terobosan untuk pengembangan wilayah,” ucapnya.

Ia juga meminta Bupati dan Wali Kota agar memiliki inovasi dan inisiatif agar investor mau berinvestasi untuk pertumbuhan ekonominya, pariwisata maupun pengembangan daerah.

“Yang paling penting adalah satu tekad dari seluruh peserta untuk pengembangan wilayah menjadi daerah yang mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi baru untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Scroll to Top