
DPD Perhiptani Kota Tegal sukses memilih Ketua, sekaligus melantik dan mengukuhkan Pengurus Baru untuk masa jabatan 2026 – 2030. Ketua terpilih,Christanto Panca Prasetya, S.ST. resmi menjabat sebagai Ketua DPD Perhiptani Kota Tegal, menggantikan Iswari Gunartiningsih, S.P. yang sebelumnya menjabat sejak 2022. Hal itu sebagai hasil Musyawarah Daerah (Musda) DPD Perhiptani yang diselenggarakan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sumurpanggang, pada hari Rabu (10/06/2026).
Musda dihadiri langsung Ketua DPW Perhiptani Provinsi Jawa Tengah, Warsana, S.P, M.Si., M.P, Kepala DKPPP Kota Tegal, Ketua DPD Perhiptani Kabupaten Brebes, Ketua DPD Perhiptani Kabupaten Tegal, PPL Kota Tegal, Ketua Poktan se-kota Tegal, Ketua KTNA Kota Tegal serta tamu undangan lainnya.
Pemilihan Ketua DPD Perhiptani Kota Tegal diselenggarakan melalui voting suara layaknya Pemilu. Sebelum voting, Tim Pemungutan Suara membacakan tata tertib pencoblosan, serta pengecekan jumlah peserta dan kartu suara, tobong tempat mencoblos, serta kotak suara untuk memastikan bahwa pemilihan berlangsung jujur dan adil. Peserta dipanggil sesuai absensi, mengambil kartu suara, lalu mencoblos salah satu gambar dari dua calon Ketua. Nomor urut 1 yaitu Agus Triyono Hadiyanto, S.ST, dan Nomor urut 2 adalah Christanto Panca Prasetya, S.ST. Hasil penghitungan suara sah mencatat Calon Ketua dengan nomor urut 1 mendapat 7 suara, sedangkan Calon Ketua Nomor urut 2 mendapat 31 suara. Giat dilanjutkan langsung dengan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Ketua dan Pengurus DPD Perhiptani masa jabatan 2026 – 2030 oleh Ketua DPW Perhiptani Jateng.
Ketua DPW Perhiptani Jateng, Warsana, mengapresiasi kekompakan DPD Perhiptani Kota Tegal, petani serta pihak sponsor yang sukses menggelar Musda DPD Perhiptani Kota Tegal 2026. Butuh pengorbanan besar, mulai dari tenaga, waktu dan uang untuk terselenggaranya acara.Selain itu, tagline “Penyuluh Pertanian Eksponensial, Pertanian Modern, Petani Sejahtera” yang menjadi semboyan acara, sebagai wujud langkah serius dalam memajukan SDM dan SDA sektor pertanian di kota Tegal.
“Tagline seperti tertera di banner tersebut tidak mudah. Penyuluh Pertanian Eksponensial adalah penyuluh pertanian yang di dalam melaksanakan tugasnya adalah full time 24 jam, (sedangkan) pertanian modern itu mengedepankan inovasi teknologi, kemudian sarana prasarana yang digunakan berbau mesin, ditunjang efisiensi Waktu seperti penggunaan smartphone,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Warsana menegaskan bahwa DPD Perhiptani harus menjadi organisasi professional yang mampu berkontribusi dalam memajukan pertanian Indonesia. Diharapkan, dengan terbentuknya kepengurusan yang baru, DPD Perhiptani Kota Tegal semakin memajukan sektor pertanian di kota Tegal dan membawa keberkahan untuk semua.
Sementara, Kepala DKPPP Kota Tegal yang diwakili Sekdin DKPPP Kota Tegal menyampaikan apresiasi atas sinergi PPL Kota Tegal dalam memberikan informasi valid atas data-data yang diperlukan Pemerintah Kota Tegal.
“Perhimpunan ini menjadi wadah strategis untuk pengembangan, baik SDM Penyuluh maupun penerapan strategi dan teknologi yang akan diterapkan di masyarakat. Mungkin kalau secara kedinasan itu lebih formal, petani lebih enggan, tapi kalau dengan Perhiptani itu lebih dekat, lebih hangat dengan petani,” ujarnya.
Iswari Gunartiningsih, Ketua DPD Perhiptani Kota Tegal periode 2022 – 2026, dalam laporannya menyampaikan sejumlah kegiatan serta prestasi yang sudah dilakukan, seperti pelaksanaan Lomba Asah Terampil Petani se-Kota Tegal pada tahun 2022 dan 2023, Fasilitasi pemasaran beras Biosaka produksi Poktan Rukun Jaya, melaksanakan inovasi dan meraih juara favorit dan umum Kreanova tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2024 dengan tema Kompos BLT dan Tongkat Mantili sebagai solusi buat petani, membantu bibit cabai dalam Gerakan penanaman Cabai Serentak Kota Tegal tahun 2024, pelaksanaan Budidaya Ekologi tahun 2025, Panen Bersama oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian pada Agustus 2025, Baksos Ramadhan ke PSAA Yatim Piatu, serta sejumlah giat lainnya.
“Produk BLT ini sudah dikontrak langsung oleh Wali Kota Tegal, setiap bulan harus memenuhi pesanan beliau, dan mudah-mudahan nanti ke depan inovasinya perlu dikembangkan lagi oleh pengurus terpilih, jangan berhenti,”ungkapnya.
Sementara Ketua terpilih, Christanto dalam sambutannya menyampaikan visi misi DPD Perhiptani Kota Tegal periode 2026 – 2030. Visi yaitu mewujudkan DPD Perhiptani Kota sebagai organisasi profesi para sarjana pertanian yang unggul, inovatif dan menjadi mitra strategis pemerintah membangun pertanian modern berbasis sains dan kesejahteraan petani. Sedangkan untuk misi adalah mensinergikan 4 organisasi yaitu dengan mengkonsolidasi seluruh sarjana pertanian, akademisi, swasta, pendidik, pengusaha dalam satu komando data, menghidupkan kembali kegiatan rutin seminar, FGD, kelompencapir, bukan pada acara resmi saja. Kaderisasi masif, yaitu mencari petani yang potensial dan milenial. Mengupayakan setiap anggota memiliki demplot baik organic maupun anorganik, menghimpun data-data inovasi pertanian untuk dijadikan solusi praktis bagi petani dan penyuluh, mengembangkan inovasi penyuluh secara massif di wilayah binaan masing-masing,serta sejumlah misi lainnya.
“Saya mengucapkan syukur dan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh anggota DPD Perhiptani yang telah memberikan kepercayaan dan Amanah kepada saya. Ini bukanlah suatu penghormatan semata, melainkan tanggung jawab besar yang harus saya jalankan penuh dedikasi dan tanggung jawab,” tuturnya.
Christanto mengajak kepada seluruh pengurus dan anggota DPD Perhiptani Kota Tegal untuk bersama membangun dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian di kota Tegal. DPD Perhiptani kota Tegal sebagai organisasi profesi yang semakin maju, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat kepada anggota terutama kepada petani.
Senada dengan itu, Ketua penyelenggara acara, Mohammad Azis Rizal menyampaikan melalui Musda diharapkan lahir berbagai gagasan, pemikiran dan keputusan terbaik demi kemajuan DPD Perhiptani Kota Tegal, serta peningkatan penyuluh pertanian dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan. (*)
Radio Sebayu