
Hari Raya Idul Fitri menjadi momen untuk saling bermaafan, meleburkan khilaf dan kesalahan sesama manusia untuk bisa merajut silaturahmi dan semakin memperkuat persatuan.
Hal tersebut mencuat dalam ceramah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tegal drg Agus Dwi Sulistyantono, usai salat Idul Fitri di Masjid Ats Tsumairi, Sabtu (21/3/2026).
Agus Dwi Sulistyantono mengatakan, gema takbir pada Idul Fitri merupakan kalimat melambangkan Keagungan Allah SWT dan menjadi kalimat pemersatu umat muslim.
“Dalam kandungan takbir terpancar nilai kesatuan, yakni kesatuan alam semesta, kesatuan dunia dan akhirat, kesatuan ilmu dan kesatuan umat,” kata Agus Dwi.
Sebagai manusia yang beriman sudah sepatutnya dapat mewujudkan suasana damai. Tugas kita dimulai dari lingkup yang terkecil yakni lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, negara hingga seluruh semesta.
Bila takbir telah terpatri dalam diri setiap manusia maka segala perbuatan dan ucapan akan menyatu dalam keteguhan dan keyakinan serta pengabdian hanya kepada Allah SWT.
“Bila beruntung maka seseorang akan bersyukur, jika diuji maka akan bersabar, jika ditegur maka akan menyesal dan ketika bersalah maka akan beristighfar,” ucap Agus Dwi.
Karenanya di momen Idul Fitri sebagai sesama umat muslim harus senantiasa menjalin hubungan baik, mewujudkan kedamaian.
“Momen Idul Fitri untuk bisa saling memaafkan dan mempererat ukhuwah Islamiyah,” tuturnya.
Sementara Wali Kota Tegal yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Tegal Drs Joko Sukur Baharudin menyampaikan bahwa Idul Fitri menandai satu tahun masa tugas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal, sejak dilantik oleh Presiden pada 20 Februari 2025. Satu tahun perjalanan telah digunakan untuk bekerja, berbenah dan berupaya menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Pihaknya berharap pada tahun mendatang akan semakin memperkuat komitmen dalam mengabdi dan membangun Kota Tegal tercinta. Empat tahun tersisa, pihaknya akan terus bekerja dengan visi Tegal Berdikari dan Sejahtera menjadi Kota Idaman.
Visi ini adalah cita-cita bersama untik mewujudkan Kota Tegal yang mandiri, maju dan sejahtera. Karenanya, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi, berkolaborasi dan bekerja sama demi mewujudkan visi tersebut.
Selain momen Idul Fitri, warga Kota Tegal juga tengah menyambut hari ulang tahun ke-446 pada 12 April 2026 dengan tema Tegal Tanggung Pantang Ngangluh. Tema tersebut mencerminkan karakter masyarakat Kota Tegal yang kuat, berdaya saing dan mampu bangkit menghadapi berbagai tantangan zaman.
Tegal tangguh adalah cerminan kesungguhan hati, daya juang dan optimisme seluruh elemen Kota Tegal dalam melangkah maju tanpa kehilangan jati diri. Sedangkan pantang ngangluh menggambarkan semangat pantang menyerah, tidak mengeluh dalam menghadapi tantangan. Melainkan dengan kerja keras, kerja cerdas dan kemauan yang kuat untuk terus mengatasi segala rintangan.
Dengan semangat tersebut, mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Tegal agar semakin maju, sejahtera dan menjadi kebanggaan kita semua.
Pihaknya juga menyambut hangat seluruh warga Kota Tegal yang saat ini mudik. Tradisi ini merupakan wujud cinta akan tanah kelahiran sekaligus memperkuat silaturahmi.
“Mari kita jaga Kota Tegal dengan tindakan nyata, menjaga keamanan, ketertiban, melestarikan budaya dan mendukung pembangunan,” ucapnya.
Ia menambahkan, Idul Fitri menjadi momentum memperbaharui semangat, mempererat ukhuwah Islamiyah dan memberikan kontribusi positif bagi sesama.
Radio Sebayu