
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal, Dewi Umaroh, S.Psi., M.H., mewakili Wali Kota Tegal membuka acara Pelatihan Santri Gen-Z Memproduksi Konten Media, Gerakan Santri Menulis (GSM) ke-32, dan Sarasehan Jurnalistik Ramadan 2026 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurul Roqoyyah, Kota Tegal. Senin, (9/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi dunia pesantren di Kota Tegal untuk ikut mewarnai arus besar literasi digital Islami.
Kegiatan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, diantaranya perwakilan Kantor Kemenag Kota Tegal, Ketua yayasan, Dr. Edi Utomo, serta pengasuh pondok pesantren, K.H. Zamzami, S.Ag., dan diikuti oleh puluhan santri putra dan putri Pondok Pesantren Nurul Roqoyyah.
Dalam sambutannya, Dewi Umaroh menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekedar pelatihan biasa, melainkan wadah bagi para santri untuk mengasah literasi dan memanfaatkan media sebagai sarana dakwah kreatif. Beliau menyoroti pentingnya santri era digital untuk tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu menyampaikan pesan kebaikan melalui media sosial, media cetak, dan publikasi digital.
“Dengan keterampilan menulis dan memproduksi konten, santri dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan Islam Rahmatan Lil Alamin secara luas. Santri era digital dituntut tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu menyampaikan pesan kebaikan melalui media sosial, cetak, dan publikasi digital.” Ujar Dewi Umaroh menyampaikan pesan Wali Kota.
Pemerintah Kota Tegal berkomitmen mendukung penuh kegiatan literasi digital ini guna memperkuat posisi pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Dewi Umaroh meyakini bahwa kolaborasi antara dunia pesantren, media massa, dan pemerintah akan melahirkan generasi emas yang cerdas, berakhlak, dan memiliki daya saing tinggi.
Lebih lanjut, beliau berpesan agar para santri menjadikan literasi sebagai bagian dari ibadah dan mampu menghasilkan karya yang mendidik serta menyejukkan. Melalui karya tulis, santri diharapkan dapat melawan arus informasi negatif yang marak di era sekarang.
Kegiatan tersebut dikemas santai dan santri bisa secara langsung menerapkan materi yang disampaikan oleh narasumber yang berkompeten. Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai materi pelatihan bagi para santri, di antaranya pelatihan jurnalistik, literasi media, serta pengenalan dunia kepenulisan. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai nilai-nilai Islam wasathiyah, kewirausahaan santri, serta praktik teknik penulisan berita.
Radio Sebayu