
Pemerintah saat ini tengah menggalakkan Pelayanan Kontrasepsi untuk Penggarapan Unmet Need di Wilayah Prioritas (PANTAU KB). Kota Tegal menjadi salah satu daerah yang melaksanakan program tersebut.
Program nasional dari BKKBN ini dilaksanakan 9-15 Februari di lebih 300 Kota dan Kabupaten prioritas, dengan melaksanakan pelayanan kontrasepsi gratis, seperti implan, IUD dan metode operasi wanita ataupun pria lainnya
Di hari terakhir pelaksanaan program nasional tersebut, Wakil Menteri (Wamen) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Isyana Bagoes Oka, mengunjungi pelayanan kontrasepsi gratis tersebut di gelar di Gedung PC IBI Kota Tegal, Minggu 15 Februari 2026.
Isyana Bagoes Oka juga berkesempatan menyapa warga yakni akseptor yang tengah dilayani petugas.
Saat diwawancarai ia mengatakan, hari ini merupakan hari terakhir program PANTAU KB yang diselenggarakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) yang sudah dilaksanakan sejak 9 Februari 2026.
“Ini merupakan program yang dilaksanakan serentak di lebih dari 300 Kabupaten/ Kota di Indonesia yang memang menjadi prioritas,” ucapnya.
Dan di Kota Tegal ini targetnya telah tercapai, bahkan melebihi target yang ditentukan sehingga patut diapresiasi.
“Saya mengapresiasi Pemerintah Kota Tegal, Dinas Kesehatan, DPPKBP2PA Kota Tegal dan PC Ikatan Bidan Indonesia atau IBI Kota Tegal yang selama ini selalu berkolaborasi untuk terus mensukseskan program KB,” katanya.
Dari tinjauan yang dilakukan sudah banyak ibu-ibu yang sudah mengikuti program ini. Ada yang memilih implan dengan jangka waktu 3 tahun, ada juga yang memilih metode alat kontrasepsi IUD dengan jangka waktu yang lebih panjang.
“Implan, IUD ataupun metode operasi wanita ataupun pria itu merupakan metode alat kontrasepsi jangka panjang untuk merencanakan kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.
Terkait dengan sasaran masyarakat yang ingin dijangkau adalah ibu-ibu yang baru saja melahirkan atau pasangan usia subur yang baru melahirkan supaya mendapatkan program KB pasca salin untuk menjaga jarak kelahiran anak yang menjadi faktor penting dalam menata dan memanajemen kehidupan keluarga.
“Jadi yang penting itu KB bukanlah untuk membatasi jumlah kelahiran, tetapi dengan ber-KB itu untuk memastikan bahwa pasangan usia suburnya, hamil dan memiliki anak pada usia yang tepat, pada saat yang tepat dan pasangan juga siap dalam berbagai sektor,” jelasnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Tegal, Moh Afin mengatakan, terkait dengan program KB, Pemerintah Kota Tegal telah memberikan 30 layanan fasilitas kesehatan, termasuk salah satunya di Gedung IBI Kota Tegal, bidan praktek, dan layanan kesehatan umum lainnya.
Pada pelayanan PANTAU KB serentak awal tahun 2026 di Kota Tegal ini, dari tanggal 9-15 Februari 2026 dari target sebanyak 742 akseptor telah tercapai sebanyak 1.300 akseptor atau 178 persen. Melebihi target yang ditentukan. Hal ini menunjukkan bahwa respon masyarakat sangat baik.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh layanan kesehatan yang telah memberikan pelayanan dengan baik, termasuk di IBI Kota Tegal yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Hal tersebut sangat membantu pemerintah untuk tercapainya progam KB,” ucapnya.
Ketua PC Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Tegal, Taryuli menambahkan, selama pelaksanaan program PANTAU KB 9-15 Februari 2026 di layanan kesehatan IBI Kota Tegal tercatat 78 akseptor IUD, 199 implan, 12 MOW serta 695 akseptor suntik di berbagai klinik.
Kemudian pada hari terakhir, 15 Februari 2025 tercatat ada sekitar 60 peserta kembali mendapatkan pelayanan.
“Tentunya IBI sangat mengapresiasi seluruh pihak, DPPKBP2PA Kota Tegal, Dinas Kesehatan dan seluruh unsur terkait, sehingga program ini bisa terlaksana dengan baik,” ucapnya.
Taryuli berharap, capaian ini mampu menekan angka unmet need di Kota Tegal, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan kehamilan.
Radio Sebayu