
Lapas Kelas IIB Kota Tegal yang berada di pesisir Pantai Utara (Pantura) kerap tergenang air lantaran rob ataupun air hujan yang turun deras. Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terpaksa harus tinggal di ruang tahanan yang becek karena tergenang air.
Kepala Lapas (Kalapas) Tegal Kelas IIB Haryono, Bc.IP.,S.H.,M.M, Rabu (28/1/2028) mengatakan, kondisi Lapas Tegal yang kerap tergenang air ataupun saat hujan deras sudah sejak lama terjadi. Pihaknya juga sudah melaporkan kondisi tersebut, namun penanganan yang dilakukan hanya sebatas upaya antisipasi agar air tidak membanjiri seluruh kawasan Lapas.
“Kami hanya melakukan upaya yang semaksimal mungkin seperti membuat tanggul. Ada sebanyak 32 kamar atau ruang tahanan yang tergenang air,” ucapnya.
Sementara revitalisasi atau rehab tidak bisa dilakukan mengingat bangunan Lapas Kelas IIB Tegal merupakan bangunan cagar budaya, sehingga tidak serta merta merehab atau merevitalisasi.
“Kalau cagar budaya itu ada aturannya, sehingga jika ingin total membangun kembali itu tidak bisa,” jelasnya.
Solusi dari kondisi ini menurut Haryono adalah relokasi, yakni dengan memindahkan Lapas Tegal di lahan atau areal yang lebih aman. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tegal maupun DPRD Kota Tegal juga untuk penyediaan lahan. Namun masih menunggu karena tengah dilakukan penataan kota.
“Memang proses relokasi dan pemilihan lahan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Karena lokasi Lapas juga memang harus dipertimbangkan dan dipikirkan, mengingat yang mendiami adalah para WBP,” katanya.
Dengan kondisi genangan air tersebut, Haryono mengungkapkan, berdampak pada kebersihan dan kesehatan warga binaan. Karena air yang menggenang dari saluran air yang kotor.
Ditambahkannya, total seluruh WBP yang ada di Lapas Kelas IIB Tegal ada sebanyak 333 orang terdiri dari tahanan dan warga binaan. Ia berharap upaya relokasi yang menjadi satu-satunya solusi kondisi Lapas Kelas IIB Tegal bisa segera terealisasi.
Radio Sebayu