Radio Sebayu

Eco Enzyme Nusantara Gelar Pelatihan Olah Sampah Organik di Kota Tegal

Penggiat olah sampah Kota Tegal yang masuk dalam keanggotaan Eco Enzyme Nusantara mengadakan pelatihan mengolah sampah organik di Bank Sampah Mawar Biru Kelurahan Kraton Kota Tegal, Rabu (17/9/2025).

Kegiatan tersebut diikuti 70 peserta yang hadir secara tatap muka dan datang dari berbagai daerah, seperti Semarang, Salatiga, Kabupaten Tegal, Jakarta, Banten, Pemalang dan daerah lainnya. Termasuk peserta pelatihan yang mengikuti secara daring melalui zoom meeting.

Selaku Direktur Bank Sampah Mawar Biru Kelurahan Kraton Nurlaelatul Aqifah mengatakan, kegiatan pelatihan olah sampah organik menjadi eco enzim ini diawali dari ketertarikan Wasekjen Eco Enzyme Nusantara yang melihat postingan-postingan pengolahan sampah organik di Kota Tegal hingga akhinya menginisiasi untuk diadakan pelatihan.

Adapun tujuan dari pelatihan tersebut untuk bersama-sama mengurangi sampah rumah tangga dengan mengolahnya menjadi eco enzim. Dari produk tersebut bisa menjadi produk-produk turunannya, seperti karbol wangi, sampo, sabun mandi, bantal terapi dan dan lain sebagainya.

“Dampak negatif dari sampah organik seperti bau, menumpuk di rumah bisa teratasi dengan pengolahan sampah organik menjadi eco enzim,” ucapnya.

Pelatihan yang diadakan sekaligus sebagai sosialisasi bagi para peserta sehingga ilmu yang didapat bisa ditularkan kepada warga lain agar bersama-sama mengolah sampah organik.

Sementara ditanya keanggotaan Eco Enzyme Nusantara di Kota Tegal, Nur mengungkapkan sudah banyak penggiat olah sampah di Kota Tegal yang menjadi anggota Eco Enzyme Nusantara (EEN) dan jumlahnya sudah mencapai ratusan.

Wasekjen EEN Juliana Ojong selaku narasumber mengatakan, ingin mengajak semua lapisan masyarakat untuk mengurangi sampah organik sisa makanan khususnya buah-buahan. Dari pemanfaatan tersebut, bisa dibuat produk turunannya seperti sampo, sabun mandi, karbol wangi dan lain sebagainya yang bisa digunakan sendiri ataupun dijual.

“Jadi, selain untuk menghemat pengeluaran pembelian sabun mandi, sampo dan lain sebagainya, juga bisa mendapatkan rupiah dari pemanfaatan sampah organik tersebut,” katanya.

Upaya tersebut juga menjadi bagian untuk menjaga lingkungan dan bumi agar tetap asri, bersih dan nyaman untuk masyarakat.

“Pelatihan ini bisa menjadi bisnis yang ramah lingkungan yang berdampak baik bagi semua mahluk, termasuk tanah, air dan udara,” pungkasnya.

Scroll to Top