
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margadana 2 yang berada di jalan Abdul Syukur Belakang RM Tempo Doeloe Kota Tegal resmi beroperasi dan mulai melayani Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar di lima sekolah.
Peresmian ditandai dengan acara simbolis yang dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tegal, komponen dapur SPPG diantaranya Kepala SPPG, pemilik dapur mitra, akuntan, ahli gizi dan yayasan pelaksana, Selasa (9/9/2025).
Assisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Moh Afin selaku Wakil Ketua Satgas Percepatan SPPG di Kota Tegal mengatakan, dengan adanya SPPG Margadana 2 dan sebelumnya telah beroperasi SPPG Margadana 1, maka akan semakin menambah jumlah SPPG yang ada di Kota Tegal untuk bisa memenuhi MBG bagi para pelajar.
Dari target sasaran 3796 siswa, di SPPG Margadana 2 telah mampu memenuhi 2600 siswa di lima sekolah dari tingkat TK hingga SD.
“Jika semakin banyak SPPG bermunculan tentu jumlah sasaran atau target SPPG bisa semakin terkurangi karena harus bisa berbagi dengan SPPG yang lain,” ucapnya.
Saat ini ada 3 SPPG yang sudah beroperasi dan melayani yakni SPPG Margadana 1, SPPG Randugunting dan SPPG Margadana 2.
“Tiga SPPG tersebut melayani total 14 sekolah, yakni 2 TK, 7 SD, 2 MI, 1 MTs, 1 MA, 1 SMP. Semuanya di lingkup wilayah Margadana dengan jarak terjauh 3 km dari SPPG,” jelasnya.
Obbi Kuntoro selaku Mitra SPPG Margadana 2 mengatakan, untuk saat ini melayani sebanyak 2600 siswa. Yaitu TK Negeri Pembina 77 siswa, SD Sumurpanggang 2 156 siswa, MI Ar Ridho Peslor 120 siswa, MTsN Kota Tegal 1016 siswa dan MAN Kota Tegal 1293 siswa.
Secara teknis untuk menjaga makanan agar tetap sehat dan tidak mudah bau, selain menghadirkan ahli gizi yang selalu mengawasi, proses penempatan makanan juga menunggu suhu makanan dingin. Hal ini dilakukan agar makanan yang sudah tertutup rapat tidak menguap, yang mengakibatkan cepat basi.
Selain itu dengan adanya ahli gizi yang selalu mengawasi dan mengontrol makanan, maka mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan salah satunya keracunan. Termasuk menjaga higienitas semuanya, mulai dari bahan baku, dapur, tempat dan lain sebagainya.
Dijelaskan Obbi, ada sebanyak 50 orang karyawan yang dipekerjakan dan terbagi sesuai tim atau bagiannya. Seperti tim persiapan, tim pemasakan, tim pemorsian, tim packing, Tim pengantaran.
“Jam operasional dimulai pukul 15.00 untuk persiapan keperluan dan belanja, pukul 00.00 mulai pemasakan, pukul 03.00 mulai penempatan atau pemorsian, pukul 04.00 untuk packing, pukul 05.00 armada datang dan pukul 07.00 mulai distribusi ke sekolah-sekolah,” ucapnya.
Ditambahkan Obbi, untuk setiap harinya dua armada disiapkan mendistribusikan makanan yang telah dikemas. Masing-masing armada memiliki kapasitas 1008 pack.
Radio Sebayu