
Serangkaian tahap pemilihan duta wisata kebanggaan Kota Bahari, Sinok Sitong Kota Tegal 2026, kini resmi memasuki babak krusial. Setelah melalui proses penyaringan yang ketat, ajang kompetisi bergengsi ini akhirnya tiba pada tahap audisi tatap muka yang diselenggarakan secara langsung di Premiere Hotel Tegal, Minggu (14/06/2026). Dari total 107 pendaftar yang sebelumnya dinyatakan lolos dalam tahap verifikasi administrasi, tercatat hanya 83 peserta yang melangkah dan mengikuti proses seleksi lanjutan.
Pada tahapan audisi kali ini, seluruh peserta wajib melewati tantangan berat yang dirancang untuk menguji kompetensi secara menyeluruh melalui sesi tes tertulis, wawancara mendalam, serta audisi bakat dan minat. Ketegangan kompetisi ini dirasakan langsung oleh salah satu peserta dengan nomor urut 1 dari SMK Negeri 3 Kota Tegal, Adinda Melli Rahmani.
“Untuk hari ini yaitu ada seleksi tertulis, kemudian tes wawancara, serta audisi bakat minat. Yang pertama tes tertulis itu perasaannya benar tegang banget, karena ruangannya sunyi dan hening sekali. Untuk persiapan tes bakat minat, saya itu tesnya menyinden, nyanyi lagu Jawa,” ungkap Adinda saat menceritakan pengalamannya menghadapi ketatnya masa seleksi.
Sesi wawancara sendiri difokuskan untuk menggali wawasan mendalam, kepribadian, serta kemampuan komunikasi para peserta. Sementara itu, sesi unjuk bakat menjadi panggung bagi mereka untuk menampilkan potensi terbaik, mulai dari pelestarian seni tradisional hingga keahlian modern yang memukau di hadapan dewan juri.
Keberhasilan dan kualitas dari ajang seleksi ini dipastikan berjalan sangat objektif karena melibatkan juri-juri profesional yang kompeten di bidangnya masing-masing. Salah satunya adalah Sammy Bastian, seorang penyiar berita TVRI Nasional sekaligus pelatih komunikasi publik asli putra daerah Tegal yang berpengalaman lebih dari lima belas tahun di dunia penyiaran nasional. Ia memimpin penilaian pada aspek kemampuan berbicara di depan umum, penguasaan bahasa asing, tata krama, serta penampilan keseluruhan para peserta.
Sektor seni dan kebudayaan diuji langsung oleh Irniatie Wanda, selaku Koordinator Pokja Musik Direktorat Film, Musik, dan Seni dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Praktisi sekaligus penggerak budaya nasional ini bertugas menilai kesiapan mental, pemahaman kebudayaan, serta orisinalitas bakat yang ditampilkan oleh setiap peserta audisi.
Dari sisi kebijakan dan pengembangan sektor pariwisata daerah, Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kota Tegal, Dian Eka Kusumawardhani, turut hadir memberikan penilaian secara langsung. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa ajang Sinok Sitong tahun ini memikul misi penting yang berfokus pada peran aktif generasi muda.
“Khusus Sinok Sitong Kota Tegal ini, kita fokuskan bagaimana mereka menjadi figur muda untuk mempromosikan wisata dan ekonomi kreatif dari Kota Tegal. Jadi, ajang pemilihan ini adalah platform kolaborasi yang strategis menghubungkan pariwisata, ekonomi kreatif, dan generasi muda dalam ekosistem yang berkelanjutan. Kita tidak hanya selesai di masa pemilihan ini, tapi insyaallah akan berkelanjutan karena adik-adik yang terpilih menjadi finalis akan mendapatkan banyak manfaat positif seperti pengembangan diri, wawasan, ilmu, dan relasi untuk ke depannya,” ujar Dian.
Melalui visi tersebut, Sinok Sitong diproyeksikan sebagai representasi nyata anak muda Kota Tegal yang diharapkan mampu menjadi wajah pariwisata daerah, sekaligus berperan sebagai influencer positif yang cakap dalam memperkenalkan seluruh potensi Kota Tegal di tengah masyarakat luas.
Melengkapi jajaran panel ahli, hadir pula Asmungi Al Manan selaku Wakil Ketua PHRI Kota Tegal sekaligus praktisi perhotelan senior dengan pengalaman lebih dari dua puluh dua tahun di industri hospitality. Ia bertanggung jawab penuh dalam menakar kualitas keramahan, jiwa kepemimpinan, serta keunggulan pelayanan yang ada di dalam diri setiap peserta. Melalui kombinasi penilaian yang menyeluruh dari para pakar komunikasi, birokrasi, budaya, hingga industri hospitality ini, diharapkan Sinok Sitong Kota Tegal 2026 yang terpilih nantinya mampu menjadi representasi terbaik daerah di kancah nasional maupun internasional.
Langkah para peserta tidak berhenti sampai di sini, sebab mereka yang dinyatakan lolos nantinya masih harus mempersiapkan diri untuk menghadapi rangkaian agenda yang padat dan menantang, mulai dari tahap pembekalan intensif, parade pesona untuk unjuk gigi di ruang publik, masa karantina, hingga puncaknya pada malam grand final mendatang.
Radio Sebayu