
Empat orang tua asuh di wilayah Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal yakni Perumda Air Minum Tirta Bahari, SMK Negeri 1 Kota Tegal, SMP Negeri 3 Kota Tegal dan Puskesmas Tegal Barat melaunching Kota Bestari “Kolaborasi Orang Tua Asuh Bersama Entaskan Sampah Tegalsari” dengan slogan Sampah Terasuh, Tegalsari Tangguh, di Gedung Pertemuan Perumda Tirta Bahari, Rabu (13/5/2026).
Empat instansi tersebut menjadi orang tua asuh bagi 14 RW yang ada di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat.
Launching dihadiri Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal, Camat Tegal Barat, Lurah Tegalsari serta pimpinan instansi yang menjadi orang tua asuh.
Camat Tegal Barat Kota Tegal Teti Kirnawati, SKM, MH mengatakan, dari sekian banyak instansi yang ditunjuk sebagai orang tua asuh di Kota Tegal untuk program Gropyokan Mberesi lan Nangani Sampah, baru di Kecamatan Tegal Barat yang pertama kali melaunching.
Sebagai yang pertama diharapkan tidak hanya menjadi seremonial saja tetapi terus berkelanjutan dan berkesinambungan, melaksanakan gerakan memilah, mengolah dan memanfaatkan sampah khususnya di wilayah Kelurahan Tegalsari.
“Semoga dengan menjadi pertama yang melaunching, setelahnya tidak melempem, tetapi harus dibarengi komitmen bersama mengolah dan memilah sampah,” ucapnya.
Plt. Kepala DLH Kota Tegal Yuli Prasetya mengapresiasi launching orang tua asuh yang mengawali seluruh orang tua asuh di Kota Tegal program Gropyokan Mberesi lan Nangani Sampah.
Pihaknya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Puskesmas Tegal Barat, SMP Negeri 3 Kota Tegal, SMK Negeri 1 Kota Tegal dan Perumda Air Minum Tirta Bahari.
“Diharapkan ini menjadi pemantik untuk orang tua asuh yang lainnya segera melaksanakan aksi nyata bersama wilayah asuhannya melaksanakan gerakan pemilahan dan pengolahan sampah,” kata Yuli.
Sinergi dan kolaborasi ini sangat luar biasa, baik dari instansi ataupun masyarakatnya yang bersama-sama untuk menangani permasalahan sampah khususnya di wilayah Kelurahan Tegalsari.
Dijelaskan Yuli, bahwa output dari gerakan orang tua asuh ini adalah mewujudkan pengurangan volume sampah baik organik maupun non organik di tingkat sumber penghasil sampah sehingga tidak akan menumpuk di TPA. Kemudian mengaktifkan kembali bank-bank sampah, tidak ada lagi pembakaran sampah dan tidak ada lagi TPS-TPS liar.
Kepala Puskesmas Tegal Barat Kota Tegal drg. Evi Sukaesih, M.M mengatakan, ini merupakan hasil tindak lanjut dari regulasi penanganan sampah yakni Gropyokan Mberesi lan Nangani Sampah, sehingga mencetuskan upaya mewujudkan lingkungan bersih atau bestari.
Bestari diartikan sebagai Kolaborasi Orang Tua Asuh Bersama Entaskan Sampah Tegalsari. Dari kata tersebut juga memiliki arti-arti tersendiri, seperti Be diartikan Bersih, S diartikan Sehat, Ya diartikan Tertata dan Ri diartikan Rapi.
Dijelaskan drg. Evi, penggunaan nama tersebut mencerminkan harapan agar warga memiliki kesadaran intelektual dan etika dalam mengelola lingkungan dengan semangat Gropyokan atau gotong royong, bekerja bersama-sama.
Teknisnya gerakan Kota Bestari akan melakukan penanganan sampah dari hulu dengan mengajak warga memilah sampah rumah tangga sebelum sampai ke TPS.
Selain itu melakukan penataan dan merapikan wilayah Kelurahan Tegalsari agar tidak terkesan kumuh, dan berupaya menghilangkan titik-titik pembuangan sampah ilegal yang menjadi sumber penyakit.
Pihaknya juga akan mengoptimalkan 14 RW yang menjadi wilayah asuh, menggerakkan 14 kader, dan memaksimalkan 3 tim penggerak dari setiap orang tua asuh, serta 2 orang pengawas yang akan melakukan monitoring dan pengawasan secara berkala.
Pada launching tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Plt. Kepala DLH Kota Tegal kepada salah satu Ketua RW yang menjadi wilayah binaan. Dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama, penanganan sampah di wilayahnya.
Radio Sebayu