Radio Sebayu

Budayakan Ibadah Berjamaah, Warga Marpangat Gelar Tradisi Kupat Lailatul Qodar

Warga jalan Cerme RT 11 RW 3 Kelurahan Mangkukusuman, Kota Tegal memiliki tradisi unik menjelang Lebaran. Kampung yang dikenal dengan Marpangat tersebut menggelar tarawih dan silaturahim (tarhim) serta kupat lailatul qodar, Selasa malam (17/3/2026).

Bertempat di salah satu rumah warganya, milik Slamet Tofani di jalan Cerme No 32 RT 11 RW 2 Kelurahan Mangkukusuman, warga setempat mengadakan salat Isya dan tarawih berjamaah. Dilanjutkan dengan silaturahmi dan pembagian kupat lailatul qodar.

Kupat tersebut berbeda dengan kupat pasa umumnya. Jika kupat yang dimakan saat Lebaran berisi beras, namun kupat lailatul qodar berisi hadiah kejutan yang dimasukkan ke dalam cetakan kupat yang terbuat dari janur.

Acara kebersamaan tersebut dihadiri Budayawan Atmo Tan Sidik, Wakil Wali Kota Tegal periode 2004-2009 Dr Maufur, dalang kondang Ki Surono, Nindra yang merupakan putra dari alm. Piek Ardijanto.

Atmo Tan Sidik yang juga salah satu warga Marpangat mengatakan, tradisi kupat lailatul qodar semata-mata untuk mengajak warga agar beribadah jamaah. Baik salat fardu maupun salat sunah tarawih dan witir.

Kupat lailatul qodar ini diartikan sebagai kupat yang bukan berisi beras, tetapi kupat berisi hadiah untuk memeriahkan penghujung Ramadan.

“Kegiatan ini murni dari iuran jimpitan warga Marpangat dan donatur. Hadiahnya ada uang untuk anak-anak, ada juga barang kelontong khusus ibu-ibu,” kata Atmo.

Untuk mendapatkan kupat lailatul qodar ini, jamaah harus mampu menjawab pertanyaan dari Ustaz seputar ceramah yang telah diberikannya sejak awal Ramadan. Uang yang dihadiahkan senilai Rp100.000 dan Rp17.000.

“Filosofi nilai 17 sebagai jumlah seluruh rakaat, untuk menanamkan sejak dini kepada anak-anak untuk bisa salat 5 waktu. Kegiatan ini juga bagian dari literasi untuk masyarakat,” ucapnya.

Slamet Tofani sebagai tuan rumah acara tersebut merasa senang karena masyarakat bisa guyub rukun.

“Selain memeriahkan Ramadan, tujuan adanya tarhim dan kupat lailatul qodar adalah semakin mempererat kerukunan warga Marpangat, dan menanamkan ajaran Islam kepada anak-anak sejak dini,” tuturnya.

Laila Lisa Rosnaeni mewakili ibu-ibu Marpangat menambahkan, bahwa kegiatan ini sudah berjalan selama 8 tahun, dan ibu-ibu merasa senang meskipun ada yang mendapatkan barang-barang kelontong.

Ia berharap tarhim dan kupat lailatul qodar selalu diadakan, untuk semakin mempererat kerukunan warga dan mengajarkan kebaikan bagi anak-anak.

Dr Maufur, mantan Wakil Wali Kota Tegal periode 2004-2009 mengapresiasi acara tersebut. Apalagi memberikan edukasi nilai-nilai Islam kepada anak-anak dan mengajak warga untuk senantiasa beribadah berjamaah.

“Ini sangat baik sekali karena mengajak warga untuk selalu salat berjamaah, dan menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini kepada anak-anak,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga dihadirkan pentas wayang singkat oleh dalang Ki Anton Surono yang mengangkat cerita tentang Lailatul qodar dengan lakon Lupit dan Slentheng.

Scroll to Top