
Kampung Seni Tegal menggelar kegiatan Tadarus Puisi dan Santunan Anak Yatim dan Piatu pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan ini diikuti oleh sekitar 50 anak yatim dan piatu dari sekitar wilayah Kelurahan Mintaragen dan Kampung Seni Tegal.
Acara tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya pembacaan puisi religi oleh anak-anak, para seniman, serta mauidoh khasanah.
Ketua Kampung Seni Tegal, Seful Mu’min, menyampaikan bahwa kegiatan Tadarus Puisi dan Santunan Anak Yatim Piatu merupakan bentuk kepedulian sosial dari Kampung Seni Tegal kepada masyarakat sekitar.
“Selain kami fokus pada pelestarian dan pengembangan seni dan budaya Tegal, kami juga memiliki kegiatan sosial dengan berbagi kepada anak-anak yatim piatu di sekitaran Kampung Seni Tegal,” ujar Seful.
Ia menuturkan bahwa santunan anak yatim piatu merupakan program rutin tahunan Kampung Seni Tegal. Pada tahun 2026 ini, kegiatan tersebut dikemas lebih menarik dengan menghadirkan tadarus puisi sebagai bagian dari upaya mengenalkan sastra kepada anak-anak.
“Ya, kami juga menghadirkan tadarus puisi, di mana anak-anak membacakan beberapa puisi religi secara bergantian. Ini bertujuan agar anak-anak dapat mengenal puisi dan mereka berani tampil di depan teman-temannya,” tambah Seful.
Lebih lanjut, Seful berharap kegiatan serupa di masa mendatang dapat melibatkan lebih banyak anak sehingga manfaat yang dirasakan juga semakin luas.
“Saya berharap tahun selanjutnya kami dapat menghadirkan lebih banyak anak-anak sehingga nilai manfaat yang diterima lebih banyak pula. Dan puisi juga mampu dikenal oleh anak-anak sejak kecil, minimal mereka mengetahui puisi dan cara membacakannya seperti apa,” tambahnya.
Sementara itu Bontot Sukandar selaku Penasihat Kampung Seni Tegal sekaligus penyair, menyampaikan apresiasinya terhadap keberanian anak-anak yang tampil membaca puisi di depan umum.
“Anak-anak sudah berani maju itu sudah hebat, mereka mampu mengalahkan rasa grogi dalam dirinya. Meski ada yang membacanya masih belum lancar karena masih ada yang kelas 1 SD, tapi itu tidak menjadi masalah,” ujar Bontot.
Setelah penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dan piatu, acara dilanjutkan dengan mauidoh hasanah oleh Ustaz Rudi Hartono yang menyampaikan tausiyah bertema Hikmah Ramadan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama pengurus Kampung Seni Tegal, menambah suasana kebersamaan dan kekeluargaan dalam kegiatan tersebut.
Radio Sebayu