Radio Sebayu

Memasuki Ramadan, Permintaan Kolang-kaling di Pasar Mulai Meningkat

Bahan baku yang kerap dicari untuk dijadikan kuliner khas Ramadan, yaitu kolang-kaling saat ini banyak diburu masyarakat. Bahan yang satu ini biasanya dijadikan menu takjil seperti kolak, campuran es buah atau cocktail, manisan merah ataupun jajanan lainnya.

Banyak pula masyarakat yang ingin mendapatkan hasil tambahan dengan membuka lapak-lapak takjil di pinggir jalan menjelang waktu berbuka.

Hal tersebut membuat permintaan kolang-kaling di pasaran meningkatkan. Salah satunya seperti di Pasar Pagi dan Pasar Kejambon Kota Tegal.

Seperti disampaikan Siti Julaeha salah satu pedagang kolang-kaling yang ada di Pasar Kejambon, Senin (23/2/2026). Permintaan kolang-kaling melonjak drastis saat Ramadan, karena kerap identik untuk dijadikan hidangan berbuka puasa yang menyegarkan, sehat, dan tinggi serat.

Ia mengatakan, saat ini pembeli kolang-kaling mengalami peningkatan, untuk harga jualnya mencapai Rp16 ribu per kilogram untuk kolang-kaling jenis lokal berukuran kecil. Sedangkan untuk kolang-kaling jenis Medan yang memiliki ukuran lebih besar dijual seharga Rp20 ribu per kilogram.

“Setiap memasuki Ramadan sudah bisa dipastikan permintaan kolang-kaling akan meningkat. Satu hari saja bisa laku 30 kg,” ucapnya.

Terpisah Agus Sulistiyo, pedagang kolang-kaling Kaling di Pasar Pagi mengaku, untuk peminat bahan baku jajanan khas bulan Ramadan meningkatkan drastis hingga 80 persen.

Saat ini yang banyak dicari pembeli adalah kolang-kaling, agar-agar, dawet cendol, dan cincau hitam.

“Stok bahan baku jajanan saat ini tersedia, meskipun ada sedikit kenaikan harga di kisaran Rp500 sampai Rp1.200. Itu sudah biasa di bulan Ramadan,” kata Agus.

Sebelum memasuki Ramadan Agus sudah memesan stok kolang-kaling untuk memenuhi permintaan pembeli. Sekali memesan mencapai 6 kwintal untuk ketersediaan selama 1 Minggu. Ia mengaku mendapat kolang-kaling dari agen di wilayah Garut, Jawa Barat.

Scroll to Top