Radio Sebayu

Tekan Angka Kejahatan Siber, Diskominfo Kota Tegal Edukasi Warga Mengenai Literasi Digital

Guna memperkuat ketahanan informasi dan kecakapan teknologi di tengah masyarakat, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tegal menggelar Seminar Literasi Digital yang berlangsung di Diamond Room, Khas Hotel Tegal, Senin, (09/02/2026), dengan menyasar masyarakat umum sebagai peserta utamanya.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Diskominfo Kota Tegal, Dorres Indrian Nugroho, S.STP., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa di era serba digital ini, penguasaan teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan pokok untuk menghindari dampak negatif arus informasi. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal transisi digital di tingkat daerah. Namun, ia menegaskan bahwa teknologi hanya akan menjadi alat yang bermanfaat jika disertai dengan kedewasaan berpikir.

“Kita berada di masa di mana informasi tersebar lebih cepat dari kemampuan kita untuk memverifikasinya. Melalui seminar ini, kami ingin memastikan warga Kota Tegal tidak hanya bisa mengoperasikan gadget, tapi juga memiliki filter mental yang kuat.” Ujar Dorres.

Beliau juga secara khusus menyoroti dinamika di platform digital yang kian kompleks. “Pemanfaatan media sosial itu bisa menjadi sangat positif untuk ekonomi dan silaturahmi, atau justru negatif jika digunakan untuk menyebar hoaks dan kebencian. Semua tergantung pada penggunanya. Saya berharap, para peserta bisa menggunakan logika berpikir dan akal sehat dalam menggunakan media sosial,” tambahnya.

Kemudian selain membuka acara, Dorres Indrian Nugroho juga turut menjadi narasumber yang memaparkan materi mengenai Peran Diskominfo dalam Literasi Digital. Beliau menjelaskan berbagai program strategis pemerintah kota dalam menyediakan akses internet serta upaya perlindungan data bagi masyarakat.

“Diskominfo siap menerima aduan dari masyarakat terkait pemanfaatan WiFi publik atau layanan informasi lainnya. Kami ingin memastikan fasilitas yang ada benar-benar memberikan manfaat, bukan justru disalahgunakan.” Terang nya.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber lainnya yang mengupas literasi digital dari berbagai perspektif, salah satunya Tengku Rayhan M., B.A., M.Ikom. selaku Anggota DPRD Kota Tegal Komisi I, dirinya memberikan wawasan mengenai Tugas Pokok, Peran, dan Fungsi DPRD dalam Penyelenggaraan Pemerintahan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menciptakan regulasi yang mendukung keamanan digital warga.

“Masyarakat harus berhati-hati terhadap penipuan yang berkedok pelayanan resmi. Jangan mudah memberikan data pribadi atau mentransfer uang kepada pihak yang mengatasnamakan instansi pemerintah tanpa verifikasi yang jelas.” Tegas Tengku.

Muhammad Fajar Nurwildani, ST, MT, selaku Dosen UPS Tegal hadir dari sisi akademisi untuk membedah konsep Literasi Digital. Beliau menjelaskan bahwa literasi digital mencakup kemampuan teknis, etika digital, serta keamanan data, ia juga memberikan tips praktis mengenai cara membedakan berita asli dan hoaks serta cara mengamankan perangkat pribadi dari tangan jahat.

Salah satu topik yang menjadi perhatian serius dalam seminar ini adalah maraknya kejahatan siber. Para peserta diingatkan untuk selalu waspada terhadap bahaya yang muncul melalui tautan (link) tidak dikenal yang seringkali mengandung malware atau upaya phishing.

Melalui kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, Senin-Selasa (09-10/02), Pemerintah Kota Tegal berharap akan lahir komunitas masyarakat yang lebih kritis dan produktif di dunia maya. Edukasi ini diharapkan tidak berhenti di ruang seminar, namun dapat diterapkan dan disebarluaskan oleh para peserta kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Scroll to Top