Radio Sebayu

Hadiri Uji Tahfidzul Quran, Wakil Wali Kota: Dorong Investasi Ilmu, “Mboten Wonten Rugine”

Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, SKM, MKes menghadiri acara Uji Tahfidzul Quran Angkatan VI SMP Ihsaniyah Kota Tegal, Selasa (3/2/2026) di Lapangan Futsal SMP Ihsaniyah.

Kegiatan hasil kerja sama SMP Ihsaniyah dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tegal dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal tersebut mendapat apresiasi Mba Iin (panggilan akrab Wakil Wali Kota Tegal).

Ia menyampaikan bahwa pendidikan Al-Quran memiliki arti penting bagi anak-anak. Selain membentuk akhlakul karimah, juga mengembangkan karakter dan kecerdasan. Seperti diketahui, Al-Quran menjadi pedoman dan pegangan hidup umat muslim.

Dengan adanya pendidikan Quran mewujudkan anak-anak mengenal agama Islam secara benar dan penuh cinta, bukan karena paksaan. Hal ini juga menjadi penguat mereka ketika menghadapi berbagai pengaruh lingkungan yang buruk.

Dengan mempelajari, menghafal Al-Quran merupakan investasi ilmu yang perlu terus dikembangkan.

“Sebagai orang tua tidak hanya menginginkan investasi harta, tetapi seperti program tahfidz ini sebagai investasi ilmu. Dan investasi ilmu mboten wonten rugine,” tuturnya.

Menurutnya untuk bisa menghafal Al-Quran merupakan nilai lebih dan prestasi tersendiri. Pihaknya juga mendorong kelulusan uji tahfidz bisa menjadi poin di jalur prestasi untuk ke jenjang berikutnya, sebagaimana prestasi olahraga, seni dan prestasi lainnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tegal Dr. H. Kasiman Mahmud Desky, M.Ag meeasa bangga dengan adanya program tahfidz Quran SMP Ihsaniyah. Sebab program tersebut baru ada di Kota Tegal dan belum ada di daerah lain.

Selain membentuk karakter anak yang baik, saleh dan salehah juga merupakan kebijakan jariyah yang memberikan manfaat bagi anak-anak hingga ketika pulang sekolah.

“Manfaat dan pahala dari kebijakan jariyah ini akan terus mengalir, hingga kelak anak-anak menjadi orang tua nanti dan ditularkan kembali kepada anak-anaknya,” ucapnya.

Melalui momen ini, Kasiman berharap program tahfidz bagi anak-anak bisa terus ada dan bisa memotivasi sekolah-sekolah lain untuk menerapkan program serupa.

Kepala SMP Ihsaniyah Kota Tegal Andri Apriudi mengatakan, program tahfidz Quran SMP Ihsaniyah Kota Tegal sudah ada sejak 2024 dan setiap tahunnya bisa dilaksanakan hingga 2-3 kali angkatan ujian. Setiap ujian diikuti kurang lebih 100 anak.

“Kali ini sudah memasuki angkatan VI yang diikuti sebanyak 98 anak dan kami sudah mengujikan sebanyak 600 siswa,” jelasnya.

Setelah lulus ujian tahfidz, mereka juga akan mendapatkan piagam resmi yang bisa digunakan untuk mendaftar di pondok pesantren ataupun program-program beasiswa pendidikan bagi Tahfidzul Quran.

“Untuk saat ini memang belum ada poin bagi anak-anak yang sudah tahfidz untuk mendaftar SMA negeri, namun harapannya program unggulan dan nilai lebih anak ini bisa direspon dinas terkait dan menjadi poin atau prestasi untuk mendaftar SMA negeri,” harapnya.

98 siswa yang mengikuti ujian tahfidz Quran terdiri dari kelas 7, 8 dan kelas 9. Mulai dari 1 juz dan terbanyak 10 juz yang diuji oleh 11 penguji dari Jami’yyatul Qurra wal-Huffadz (JQH) NU.

Scroll to Top