Radio Sebayu

Gen Z Dominasi Pasar Modal se-Karesidenan Pekalongan, Capai 60,91 Persen

Pasar modal di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan didominasi oleh generasi z atau gen z. Jumlahnya tersebut mencapai 60,91% dan merupakan investor individu.

Hal tersebut terungkap dalam Media Briefing Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal, Kamis (9/1/2026) di S cafe.

Dijelaskan Kepala OJK Tegal Kurnia Tri Puspita mengungkapkan, gen z yakni anak muda usia di bawah 30 tahun, dari survei dan data telah mendominasi pasar modal di Pantura bagian barat Jawa Tengah.

“Data per November 2025, tercatat ada sebanyak 60,91 persen yang merupakan anak muda atau gen z dan merupakan investor individu,” jelasnya.

Perubahan investor yang didominasi gen z terjadi dalam kurun waktu tiga tahun. Dan jumlah investor pasar modal di wilayah eks- Karesidenan Pekalongan melonjak hampir dua kali lipat.

“Perubahan ini menunjukkan bahwa pasar modal sudah tidak lagi eksklusif bagi kalangan orang dewasa, orang tua yang memiliki kecendrungan lebih mapan. Tetapi anak muda sudah mulai tampil menjadi bagian investor,” katanya.

Kurnia Tri Puspita mengungkapkan, secara keseluruhan berdasarkan data yang telah tercatat dan disajikan, pada 2022 ada sebanyak 77.480 investor.

Kemudian pada November 2025 meningkat sebanyak 145.280 Single Investor Identification (SID).

“Dari persentase yang meningkat tersebut juga menunjukkan kesadaran finansial gen z tumbuh pesat, seiring maraknya aplikasi investasi digital, kampanye inklusi keuangan, dan paparan konten finansial di media sosial,” tuturnya.

Dari, persentase investor kelompok usia di bawah 30 tahun atau gen z yang mencapai 60,91%, tercatat jumlah aset mencapai Rp383,12 miliar.

Kemudian persentase investor usia lebih dari 60 tahun mencapai 1,47% dengan total aset senilai Rp884,21 miliar.

Sementara dari data juga menyebutkan, pusat pasar modal tertinggi di wilayah eks- Karesidenan Pekalongan adalah di Kota Tegal.

Kota Tegal sebanyak 30,19% dengan nilai aset Rp940,23 miliar, Kota Pekalongan sebanyak 22,85% dengan nilai aset Rp876,65 miliar, Brebes sebanyak 19,09% dengan nilai aset Rp209,12 miliar, Pemalang sebanyak 17,30% dengan nilai aset Rp294,08 miliar, dan Batang 10,31% dengan nilai aset Rp125,29 miliar.

Scroll to Top