
Anggota Komisi X DPR RI Dr. Agung Widyantoro, S.H,.M.Si, Kamis pagi (8/1/2026) melakukan tinjauan di SD Negeri Panggung 5 Kota Tegal, bersama anggota DPRD Kota Tegal Arie Prima Setyoko, S.E, S.Psi dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal.
Kunjungannya tersebut untuk meninjau robohnya bangunan ruang kelas dan ruang guru SD Panggung 5 dan melihat secara langsung proses pembelajaran siswa-siswi di bangunan sementara yang digunakan untuk ruang kelas.
Dr. Agung Widyantoro, S.H,.M.Si saat diwawancarai menuturkan, bangunan ruang kelas dan ruang guru di SD Paggung 5 yang roboh akibat struktur bangunan yang tidak memadai membuat siswa-siswi terpaksa menggunakan ruang sementara untuk kegiatan belajar mengajar.
Termasuk para guru dan Kepala Sekolah yang menggunakan ruang perpustakaan yang dijadikan sebagai kantor sementara.
Sementara dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal bersama DPRD Kota Tegal juga sudah mencoba untuk membangun kembali, namun terkendala anggaran yang terbatas. Sehingga dengan tinjauan ini, Komisi X DPR RI akan mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan untuk merespon hal tersebut.
Tidak hanya bangunan ruang kelas dan ruang guru saja yang dianggarkan. Tetapi juga satu paket dengan ruangan lain seperti toilet dan ruang UKS.
Selain bangunan yang roboh, hal yang memprihatinkan adalah meja siswa yang sangat tidak menyesuaikan perkembangan zaman. Masih menggunakan meja kayu model lama atau jadul.
“Meja belajar siswa tersebut itu merupakan model tua, yang dulu saat saya bersekolah zaman dulu sekali,” ucapnya.
Sehingga akan dianggarkan satu paket, yakni pembangunan ruangan, lengkap dengan sarana prasarananya seperti meubeler.
“Saya akan mendorong Kementerian terkait dan saya juga meminta dari dinas dan sekolah untuk bisa mengawal proses penganggaran dan pembangunannya nanti,” katanya.
Kepala SD Negeri Panggung 5 Kota Tegal Sofiyani menjelaskan, bangunan ruang kelas tersebut roboh pada tahun 2024. Awalnya bagian yang roboh pada atapnya, hingga tahun 2025 seluruh bangunan dirobohkan.
Pihaknya juga sudah melaporkan dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, namun dikarenakan anggarannya terbatas maka pembangunan ruangan tersebut ditunda.
Untuk sementara siswa-siswi menggunakan ruang terbuka yang sebelumnya digunakan sebagai tempat parkir motor para guru. Ruangan terbuka tersebut dibagi menjadi tiga kelas. Sehingga tidak representatif untuk kegiatan belajar mengajar. Sebab saat turun hujan, kelas sementara tersebut sering kali terkena cipratan air hujan.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal Solahuddin menjelaskan, robohnya bangunan ruang kelas dan guru SD Panggung 5 karena konstruksi rangka atap yang menggunakan kontsruksi yang memadai. Namun demikian, dinas juga telah mengajukan anggaran untuk pembangunan ruangan tersebut namun ditangguhkan dikarenakan anggaran yang terbatas.
Pihaknya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Komisi X DPR RI yang mendorong agar Kementerian terkait untuk turut membantu proses penganggaran dan pembangunannya kembali.
Radio Sebayu