
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis pembaruan data penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Informasi ini disampaikan dalam giat Konferensi Pers Media Center Tanggap Darurat Bencana 3 Provinsi yang berlangsung di Pusat Informasi dan Media Center Komdigi, Lobi Kantor Gubernur Aceh, Kamis (18/12/2025).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., melaporkan bahwa hingga hari ini total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi mencapai 1.068 jiwa.
“Hari ini tim gabungan berhasil menemukan 9 jenazah baru di beberapa titik, sehingga total korban jiwa akumulatif menjadi 1.068 orang. Rinciannya adalah 456 jiwa di Aceh, 366 di Sumatera Utara, dan 246 di Sumatera Barat,” jelas Abdul Muhari.
Tim SAR gabungan masih bekerja ekstra keras di lapangan untuk mencari 190 orang yang masih dinyatakan hilang. Operasi pencarian dibagi ke dalam beberapa sektor strategis:
• Sumatera Barat: 84 orang hilang (5 sektor pencarian).
• Sumatera Utara: 75 orang hilang (4 sektor pencarian).
• Aceh: 31 orang hilang (6 sektor pencarian).
Dampak kerusakan material akibat bencana ini sangat besar, dengan tercatat 147.236 unit rumah rusak serta 1.600 fasilitas umum yang terdampak. Kerusakan infrastruktur jembatan, terutama 63 jembatan di Sumatera Utara, menjadi tantangan utama dalam distribusi bantuan ke wilayah terisolir. Terkait penanganan pengungsi, BNPB menegaskan bahwa proses transisi ke Hunian Sementara (Huntara) sudah mulai berjalan.
“Pembangunan Huntara telah dimulai di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Kami juga tengah memproses usulan lahan dari Pemerintah Daerah Aceh Tengah dan Gayo Lues. Syarat utamanya adalah lahan tersebut harus milik Pemda dan berada di zona hijau atau aman dari risiko bencana,” tambah Abdul Muhari.
Kabar baiknya, BNPB bersama personel TNI telah menyelesaikan pemasangan beberapa jembatan darurat (Bailey) di lokasi strategis Sumatera Barat guna memulihkan konektivitas wilayah yang sempat terisolir:
• Jembatan Sikabau (Pasaman Barat): Menghubungkan ruas Sikabau ke Lembah Melintang sepanjang 12 meter (100% Rampung).
• Jembatan Bawah Kubang (Kab. Solok): Menghubungkan Bawah Kubang ke Hilalang sepanjang 27 meter (100% Rampung).
• Jembatan Supayang (Kab. Solok): Menghubungkan Nagari Paninggahan sepanjang 12 meter (100% Rampung).
• Jembatan Padang Mantuang (Padang Pariaman): Progres pengerjaan terus dipercepat setelah ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kehadiran Media Center di Lobi Kantor Gubernur Aceh ini merupakan hasil kolaborasi dengan Komdigi guna memastikan informasi darurat bencana tersebar secara cepat, akurat, dan terpusat kepada masyarakat luas di tengah masa tanggap darurat yang masih berlangsung di tiga provinsi tersebut.
Radio Sebayu