
Antusiasme masyarakat terlihat dalam aksi sosial donor darah yang digelar Yayasan Masjid Agung Kota Tegal sebagai bagian dari rangkaian peringatan 200 tahun (1825–2025) berdirinya masjid kebanggaan warga Kota Bahari tersebut. Minggu,(14/12/25). Dengan Mengusung tema “Menguatkan Iman, Mengabdi untuk Umat”.
Kegiatan donor darah tersebut tidak hanya menarik minat warga asli Kota Tegal. Terpantau, peserta yang datang berasal dari berbagai daerah sekitar yang hadir untuk mendonorkan darahnya sekaligus memeriahkan milad dua abad masjid bersejarah ini. Ketua Pengurus Masjid Agung Kota Tegal, KH. Nursidiq S.Pd, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial ini. Ia menegaskan bahwa peringatan 200 tahun ini didesain tidak hanya sebatas seremonial, melainkan aksi nyata yang bermanfaat bagi sesama.
“Harapan kami, di usia yang menginjak 200 tahun ini, Masjid Agung Kota Tegal semakin kokoh tidak hanya fisiknya, tetapi juga fungsinya sebagai pusat peradaban dan kemaslahatan umat. Kami ingin masjid ini terus hadir memberikan manfaat, mempererat ukhuwah, dan menjadi solusi bagi persoalan umat, baik melalui kegiatan ibadah maupun sosial seperti hari ini,” ujar beliau.
Kegiatan Donor darah ini merupakan kelanjutan dari rangkaian acara yang telah dimulai sejak awal bulan. Sebelumnya, pada tanggal 7 Desember lalu, Yayasan Masjid Agung Kota Tegal sukses menggelar layanan cek kesehatan gratis yang juga diserbu warga. Selain itu, nantinya Masjid Agung Kota Tegal masih menyimpan sederet agenda penting hingga akhir bulan. Pada tanggal 20 Desember mendatang, akan ada Seminar edukatif bertajuk “Mendidik Anak di Era Digital: Solusi dan Tantangan”, yang ditujukan untuk membekali para orang tua dalam menghadapi pola asuh modern. Kemudian dilanjut tanggal 21 Desember ada Kompetisi religius bagi generasi muda, yakni Lomba Adzan Subuh dan Iqomah. Sebagai puncak acara pada tanggal 26 Desember, akan digelar Istighosah Akbar. Kegiatan ini sekaligus menjadi momen doa bersama untuk menyambut pergantian tahun baru 2026.
Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di kompleks Masjid Agung Kota Tegal, menegaskan kembali posisi masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat yang inklusif dan religius.
Radio Sebayu