
Musibah yang menimpa dua pelajar kelas XI SMA Negeri 4 Kota Tegal yakni SWR dan NQH yang tenggelam di sungai Ketiwon (Perpil), Kamis sore (16/10/2025) saat membuat konten aksi terjun bebas, menyisakan kesedihan di kalangan teman-temannya dan para guru pengajar.
Mereka tak menyangka, kedua korban yang dikenal aktif dan mudah bergaul tersebut meninggalkan dunia untuk selamanya.
Untuk mendoakan keduanya, pihak sekolah mengadakan doa bersama, Jumat pagi (17/10/2025). Dipimpin oleh seorang guru yang membacakan surat Yassin, doa tahlil dari ruang server yang diperdengarkan di setiap ruang kelas.
Selaku Waka Bidang Kehumasan SMA Negeri 4 Kota Tegal Lina Kusumaningrum mengatakan, musibah yang terjadi pada kedua siswanya sangat mengejutkan dan membuat seluruh guru dan siswa di SMA Negeri 4 merasa prihatin dan sedih.
Kedua korban dikenal sebagai siswa yang aktif, bahkan menjadi Paskib di SMA Negeri 4.
“Kami sangat menyayangkan dengan kejadian yang menimpa korban, dan tidak tahu menahu perihal konten aksi yang dilakukan. Kami juga telah meminta dan menghimbau seluruh siswa agar bijak menyikapi konten-konten media sosial,” ucapnya.
Diungkapkan Lina, bahwa salah satu korban yakni SWR dikenal sebagai atlet renang yang telah mendaftarkan dirinya di Popda, namun takdir berkata lain.
“Kami saat mendapat informasi tersebut juga turut ke lokasi musibah dan mendampingi keluarga korban. Termasuk ke rumah duka untuk melayat dan mendoakan,” pungkas Lina.
Radio Sebayu