Radio Sebayu

Berdayakan Warga Belum Bekerja, Kemendikdasmen Bersama LKP Sekar Gelar Program PKW Tata Rias

Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Sekar melaksanakan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) bantuan dari Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi, Direktorat Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen di Pendopo Kelurahan Randugunting, Senin (6/10/2025).

Kegiatan yang memberikan pelatihan tata rias pengantin Solo putri tersebut diikuti 21 peserta diantaranya 5 peserta yang merupakan warga difabel, 16 peserta merupakan warga putus sekolah dan tidak bekerja lulusan SMA berusia 18-24 tahun.

Pembukaan program PKW bidang tata rias pengantin Solo putri dihadiri pengelola LKP Sekar, Kabid P2PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal, Kasie Kelembagaan dan Kesiswaan PAUD dan PNF Disdikbud Kota Tegal, Camat Tegal Selatan dan Lurah Randugunting serta Penilik Lembaga wilayah Kecamatan Tegal Selatan.

Pengelola LKP Sekar Kota Tegal Hj Yunieti Utami, SKom.,MM mengatakan, PKW bidang tata rias pengantin Solo putri ini memberikan bekal ketrampilan dan keahlian para peserta tentang tata rias pengantin khususnya pengantin Solo putri.

Dengan bekal dan ilmu yang didapat, diharapkan kelak para peserta menjadi pelaku wirausaha dan saling membantu, mendukung satu sama lain sehingga bersama-sama mensejahterakan masyarakat.

“Ketika sudah memiliki bekal ketrampilan ini, mereka bisa membuka usaha mandiri, dan tentunya LKP Sekar juga turut mendampingi hingga benar-benar mampu menjalani usahanya,” ucap Yunieti.

Bahkan dengan keterbatasan yang ada, peserta disabilitan juga memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk menjadi perias pengantin. Sehingga dengan adanya PKW ini turut membantu warga Disabilitas.

Kepala Bidang P2PNF Disdikbud Kota Tegal Drs Trismanto, bahwa program PKW tahun ini akan berlangsung lebih dari satu bulan dengan total 150 jam pelajaran, berfokus pada keterampilan tata rias pengantin Solo putri.

Drs. Trismanto menegaskan bahwa angka pengangguran di Kota Tegal masih relatif tinggi, sementara kebutuhan tenaga kerja terbatas. Oleh karena itu, PKW diharapkan mampu menjadi solusi nyata bagi generasi muda.

“Pemerintah hadir untuk membantu adik-adik sekalian menjadi wirausahawan melalui PKW. Disiplinlah dalam setiap rangkaian pembelajaran, karena kesempatan ini adalah jalan menuju sukses,” ujarnya.

Lurah Randugunting, Zadiar Muh Firdaus mengapresiasi kegiatan PKW yang digelar. Hal tersebut sebagai solusi bagi warga yang ingin memiliki ketrampilan tata rias tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Bahkan dari keahlian yang telah dimiliki, kelak bisa membuat para peserta menjadi wirausaha dengan menjadi perias pengantin. Sehingga akan semakin menurunkan angka pengangguran di Kota Tegal.

PKW tersebut menghadirkan narasumber DR Suriswo, MPd dari Pasca Sarjana Universitas Pancasakti Tegal. Pihaknya memberikan materi tentang kewirausahaan dan meningkatkan keterampilan dasar non-teknis (soft skill) yang sangat penting dalam dunia kerja dan bisnis rias pengantin.

Ia juga menekankan kepada para peserta agar memiliki sikap profesional dalam menghadapi klien, waktu, dan tekanan kerja. Sehingga bisnis atau usaha yang dijalani memberikan kepuasan dan kepercayaan dari klien atau konsumen.

Scroll to Top