
Aksi demo yang terjadi beberapa hari yang lalu tepatnya 29 Agustus 2024, menyisakan kerusakan di sejumlah fasilitas umum dan taman.
Seperti di taman Yos Sudarso depan Polres Tegal Kota, taman depan Gedung Paripurna DPRD Kota Tegal dan taman Pemuda di depan PLN Tegal.
Pemerintah Kota Tegal berencana akan segera memperbaiki kerusakan yang ada, yang diperkirakan menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Kota Tegal Maman Suherman mengatakan, taman-taman tersebut merupakan ikon baru Kota Tegal.
Demonstrasi yang terjadi beberapa waktu lalu selain membuat kerusakan, sejumlah barang di taman juga ikut hilang dijarah oknum pendemo. Diantaranya pagar besi, tulisan besar, ayunan, jungkat-jungkit, pompa air, pot bunga, tanaman dan beberapa barang berharga lainnya.
“Pemerintah Kota Tegal mengalami kerugian, akibat kerusakan taman diperkirakan mencapai Rp 300 juta. Padahal, taman itu baru saja dibangun kurang lebih baru dua tahun, dan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Tegal memperindah wajah kota.” ujar Maman.
Maman mengatakan anggaran untuk perbaikan tanam dan melengkapi fasilitas sudah disampaikan kepada Wali Kota Tegal.
“Tentu kami sangat menyayangkan tindakan anarkis para pendemo. Bagaimanapun fasilitas umum ini juga dibangun dari uang rakyat, dan diperbaiki menggunakan uang dari rakyat. Sehingga yang seharusnya bisa berhemat, justru mengeluarkan anggaran lagi untuk perbaikan,” ungkapnya.
Ditambahkan Maman, meski esok hari pasca demonstrasi tim dari DLH menemukan beberapa barang yang tergeletak di sekitar lokasi demo, tapi tetap saja barang yang hilang jumlahnya lebih banyak.
Radio Sebayu