
Dinas Kerasipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kota Tegal melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) memberikan bantuan dan pelatihan bagi masyarakat Kelurahan Panggung di halaman Perpustakaan Lestari Kelurahan Panggung, Kamis (28/8/2025).
TPBIS merupakan sebuah program dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang bertujuan mengubah perpustakaan menjadi pusat belajar dan pemberdayaan masyarakat dengan menawarkan solusi untuk kesejahteraan sosial dan ekonomi komunitas melalui berbagai kegiatan dan layanan.
Sementara pelatihan yang diberikan untuk masyarakat Kelurahan Panggung yakni pelatihan membuat sabun mandi dari bahan eco enzim.
Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Arpusda Kota Tegal, Lurah Panggung, Kabid Perpustakaan Dinas Arpusda dan narasumber pelatihan.
Dalam sambutannya Kepala Dinas Arpusda Kota Tegal Andri Yudi mengatakan, bahwa saat ini yang digencarkan Perpusnas melalui program TPBIS tidak hanya pada perpustakaan yang dikunjungi masyarakat untuk membaca buku.
Tetapi diharapkan buku-buku bacaan, maupun pelatihan yang ada di perpustakaan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Seperti membuat produk dari pemanfaatan sampah organik, salah satunya seperti membuat eco enzim dan produk turunannya.
Sehingga perpustakaan sekarang tidak hanya menjadi tempat yang menyediakan buku bacaan saja, tetapi menjadi tempat yang memberdayakan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut diberikan bantuan sebanyak 66 buku bacaan dan 1 lemari buku untuk Perpustakaan Lestari Kelurahan Panggung.
Lurah Panggung Amin Suseno menyambut baik dan mengapresiasi program TPBIS yang diberikan untuk perpustakaan dan masyarakat Kelurahan Panggung.
Pihaknya berharap, program tersebut menyentuh masyarakat dan memberikan manfaat lebih agar bisa membuat produk yakni sabun mandi dari bahan eco enzim.
Sabun mandi tersebut bisa menjadi produk bernilai rupiah. Sehingga masyarakat juga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari keahlian tersebut.
Selaku narasumber pelatihan Maryori Pattinaya, seorang penggiat olah sampah mengatakan, sabun mandi dengan bahan dasar eco enzim memiliki manfaat tidak hanya untuk membersihkan badan, tetapi juga bisa mencegah dari gatal-gatal.
Untuk membuat sabun mandi para peserta mendapatkan bahan-bahan diantaranya eco enzim sebanyak 200 gram, NaOH atau soda api sebanyak 60 gram, minyak Barco 300 ml dan parfum sabun.
Bahan tersebut satu persatu dicampurkan, dan diaduk secara merata hingga mengental, lalu dicetak di tempat cetakan. Setelah tercetak didiamkan selama 1 hari dan diangin-anginkan 4-6 minggu, baru bisa digunakan atau dikemas untuk dijual.
Radio Sebayu