
Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tegal mengadakan Penumbuhan Budi Pekerti Bagi Siswa-siswi Kelas VIII se-Kota Tegal di Pendopo Ki Gede Sebayu Komplek Balai Kota Tegal, Rabu (27/8/2025).
Kegiatan tersebut merupakan sinergi dan kerja sama GOW Kota Tegal dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal.
Turut hadir Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal, Ketua GOW Kota Tegal, Debby Firoeza Indiany, Kepala Kantor Kemenag Kota Tegal, Ahmad Muhdzir serta Kepala BNN Kota Tegal, Nasrudin.
Dalam sambutannya Ketua GOW Kota Tegal Debby Firoeza Indiany mengatakan, nilai-nilai moral, etika, dan kepribadian positif yang bersumber dari nilai luhur budaya dan pengamalan ajaran agama perlu ditanamkan sejak dini bagi para pelajar.
Nilai-nilai tersebut akan membimbing para remaja dalam menghadapi tantangan kehidupan, berinteraksi dengan lingkungan, dan menjadi insan yang berintegritas serta bermartabat.
Menurutnya, budi pekerti yang baik bukan hanya tentang bersikap sopan atau patuh, tetapi yang mencakup tanggung jawab, empati, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.
“Pada kesempatan ini kami sampaikan pada para siswa/siswi untuk membentuk diri sebagai insan yang berkarakter kuat, dan berbudi luhur, harus selalu belajar dan memahami nilai-nilai budaya serta mengamalkan ajaran agama, agar menjadi insan yang berbudi luhur,” ucapnya.
Sementara itu Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi kepada GOW Kota Tegal yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan tersebut untuk siswa-siswi kelas VIII SMP/ sederajat se-Kota Tegal.
“Kegiatan ini tentunya sejalan dengan misi kita bersama yaitu membangun generasi muda Kota Tegal yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berkarakter kuat, berakhlak mulia dan berkepribadian yang positif,” ujarnya.
Dikatakan Dedy Yon bahwa budi pekerti merupakan jati diri bangsa yang sudah ada sejak dulu. Budi pekerti luhur memiliki tiga suku kata yaitu budi yang berarti akal atau pikiran, pekerti artinya sikap atau tingkah laku dan luhur artinya mulia yang meliputi sopan santun, toleransi dan kepedulian.
“Ketiga kata ini harus bisa ditanamkan dalam diri para pelajar dan mewujudkan pelajar berkarakter,” katanya.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi panel penyampaikan materi oleh tiga narasumber yaitu Kepala Kantor Kemenag Kota Tegal, Ahmad Muhdzir menyampaikan materi tentang Peran Agama dalam Membentuk Karakter yang Baik, Kepala Disdikbud Kota Tegal yang diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal, Trismanto yang menyampaikan materi tentang membangun Karakter Bangsa melalui Pendidikan dan Budaya serta Kepala BNN Kota Tegal, Nasrudin menyampaikan materi tentang Membangun Karakter yang kuat denga menjauhi narkoba.
Radio Sebayu