Radio Sebayu

Gelar Capacity Building, KPw BI Tegal Ingin Bangun Spirit Syariah Berwirausaha dan Bijak Manfaatkan AI

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal mengadakan capacity building dengan tema Membangun Spirit Syariah dalam Berwirausaha dan Bijak Memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dalam Ekspansi Bisnis di Pendopo Kabupaten Tegal, Rabu (6/8/2025).

Capacity building yang diadakan, merupakan salah satu rangkaian kegiatan Road To Fesyar, Syariah Festival Ekonomi Tegal (Syafaat) dengan puncak acara Syafaat akan dilaksanakan pada tanggal 23-24 Agustus 2025 mendatang di Kota Pekalongan.

Kepala KPw BI Tegal Bimala mengatakan, Bank Indonesia sebagai Bank Sentral terus berupaya memberikan kontribusi terbaik untuk meningkatkan peran UMKM dalam perekonomian. Pengembangan UMKM yang dilakukan Bank Indonesia diselaraskan dengan bidang tugas Bank Indonesia dan sejalan dengan visi, misi, dan program strategis Bank Indonesia.

Capacity building juga sebagai tindaklanjut komitmen bersama Bank Indonesia Tegal, Pemerintah Kabupaten Tegal dan Kadin Kabupaten Tegal untuk mendukung pengembangan UMKM go digital dengan memanfaatkan tekhnologi Artificial Intelligence (AI) yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pasar dan pelanggan baru, efisiensi operasional, pengambilan keputusan berbasis data, inovasi produk dan layanan.

“Kolaborasi antara KADIN Tegal, Bank Indonesia Tegal, dan Pemkab Tegal menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem UMKM yang tangguh dan berdaya saing. Dengan pendekatan triple helix (dunia usaha – regulator – lembaga keuangan), pengembangan UMKM bisa lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Menurut Bimala, upaya peningkatan peran UMKM dalam perekonomian difokusikan pada beberapa poin. Diantaranya, peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM, digitalisasi UMKM, akses keuangan dan pembiayaan, promosi dan ekspor produk UMKM, riset dan kajian UMKM.

Bupati Tegal H. Ischak Maulana Rohman, SH dalam sambutannya mengatakan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian di daerah. Data UMKM di Kabupaten Tegal saat ini tercatat tidak kurang dari 156.431 pelaku UMKM bergerak di berbagai sektor usaha seperti kuliner, fesyen, kerajinan, pertanian olahan, hingga jasa.

“UMKM itu bukan hanya menciptakan lapangan
kerja, tetapi juga menjaga denyut nadi ekonomi
rakyat, menjadi bantalan ekonomi keluarga saat
krisis, dan menjadi penggerak roda perekonomian
di tingkat akar rumput,” ucapnya.

Ia menyebtukan bahwa tantangan yang dihadapi UMKM dulu dan sekarang tidaklah sama. Di era digital seperti sekarang ini, terutama dengan berkembangnya teknologi kecerdasan buatan atau Artificial intelligence (AI), dunia usaha juga mengalami disrupsi secara besar-besaran.

Pola perilaku konsumen sudah berubah, pola belanja juga berubah, bahkan cara promosipun juga sudah berubah. Oleh karena itu pelaku UMKM
pun harus ikut berubah.

Melalui capacity building ini diharapkan para pemilik UMKM dapat memahami digitalisasi, AI, termasuk terkait kontrak digital, membaca dan menganalisis kebijakan platform, menghitung margin keuntungan secara cermat, dan mampu menilai platform yang benar-benar mendukung pertumbuhan usahanya.

Scroll to Top